Rabu, 03 Agustus 2016 19:29:23

Kapolda Metro Jaya Digugat Rp 1 Miliar

Kapolda Metro Jaya Digugat Rp 1 Miliar

Beritabatavia.com - Berita tentang Kapolda Metro Jaya Digugat Rp 1 Miliar

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Moechgiyarto digugat Rp 1 Miliar. Penggugatnya Andro Supriyanto dan Nurdin Priyatno (25), dua pengamen yang ...

  Kapolda Metro Jaya Digugat Rp 1 Miliar Ist.
Beritabatavia.com - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Moechgiyarto digugat Rp 1 Miliar. Penggugatnya Andro Supriyanto dan Nurdin Priyatno (25), dua pengamen yang mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor surat 98/Pid.Prap/2016/PN.Jkt.Sel. Mereka menuntut Kapolda Metro Jaya karena menjadi korban salah tangkap dalam kasus pembunuhan.

Mereka ditangkap aparat Polda Metro Jaya pada 30 Juni 2013, setelah seorang pengamen bernama Dicky Maulana ditemukan tewas di bawah jembatan Cipulir, Jakarta Selatan. Padahal keduanya menolang korban dalam kondisi sekerat untuk dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun dalam perjalanan meninggal dunia. Polisi tak bisa menangkap pelaku aslinya, namun kedua pengamen itu ditangkap.

Andro dan Nurdin mengaku dianiaya dan dipaksa mengaku sebagai pembunuh Dicky. Namun mereka akhirnya dibebaskan hakim karena dianggap tak terbukti bersalah. Mahkamah Agung juga memutuskan bahwa dua pengamen itu tidak bersalah. Setelah bebas, mereka menggugat.

Nurdin ditangkap saat tertidur di warnet kawasan Parung Bogor, Jawa Barat, 2013 lalu. Tiba-tiba dibangunin dijambak dibawa sampe depan warmet diseret-seret dan diinjek-injek. Itu Posisi buka baju, kata Nurdin didampingi penasehat hukumnya Arief Maulana.

Nurdin lalu dimasukkan ke mobil dan dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Dia pun mengungkapkan, saat berada di Polda, dia disuruh mengakui perbuatan yang menurut dia tidak dilakukan dengan mata dilakban. Saya juga disetrum, ditendangin, dipukulin sampai saya nggak kuat, Ungkap Nurdin.

Nurdin yang merasa tidak pernah melakukan seperti yang disangkakan terpaksa mengaku. Capek dipukulin terus, Ya kami mengakui dengan terpaksa, ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Andro Supriyanto, dia mengaku saat digelandang anggota Polisi ke Mapolda Metro Jaya beralasan untuk dijadikan saksi. Namun sesampainya di Mapolda Metro Jaya dia malah ditahan dan dipaksa mengaku sebagai pelaku pembunuhan. Lantaran tak kuat dengan siksaan dia terpaksa mangaku atas hal yang menurut dia tidak dilakukan.

Setelah resmi dibebaskan karena tidak terbukti bersalah setelah sempat dijatuhkan hukuman pidana perkara pembunuhan, dua pengamen di Cipulir, Jakarta Selatan, melayangkan gugatan atas kasus salah tangkap itu.

Penasehat hukum dari LBH Jakarta, Arief menuturkan, pengajuan permohonan praperadian terkait ganti kerugian salah tangkap tersebut, dilakukan setelah adanya putusan kasasi dari Mahkamah Agung, yang menguatkan putusan banding Pengadilan Tinggi Jakarta yang menyatakan keduanya tidak terbukti bersalah dan dibebaskan.

Dalam permohonan praperadilan yang diajukan oleh kliennya itu, menurut Arief, ada dua pihak yang menjadi termohon dan satu pihak turut termohon. Pertama, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, selaku pihak termohon I. Kemudian, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, selaku pihak termohon II. Sedangkan untuk pihak turut termohon, Menteri Keuangan.

Klien kami dulu dipidana gara-gara dituduh membunuh. Kemudian kita bisa membuktikan di level banding, kita menang. Kemudian jaksa kasasi, kemudian putusannya (Kasasi) menguatkan keputusan banding. Inti keputusan banding tidak bersalah dan dibebaskan, ujarnya.

Dalam gugatan itu, pemohon I dan II menuntut ganti kerugian materil dan imateril kepada pihak termohon dan turut termohon.

Dalam permohonannya, pemohon I meminta ganti rugi materil Rp. Rp. 75.440.000 dan imateril Rp. 590.520.000. Sedangkan pemohon II, meminta ganti rugi materil Rp. 80.220.000 dan imateril Rp. 410.000.000. Kedua pengamen tersebut dituduh dan disangka hingga dipidanakan dalam kasus pembunuhan Dicky Maulana di bawah jembatan Cipulir pada akhir Juni 2013.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memutus bebas Andro dan Nurdin dalam kasus pembunuhan ini. Pada putusan banding Nomor 50/PID/2014/PT DKI, majelis hakim menyatakan kedua pengamen itu tak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan.

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Moechgiyarto mengatakan pihaknya menghormati proses hukum dalam kasus gugatan dua pengamen asal Cipulir yang mengaku menjadi korban salah tangkap. Kedua pengamen, Andro Supriyanto dan Nurdin Priyanto, meminta ganti rugi sebesar Rp 1 miliar kepada Polda Metro Jaya.

Moechgiyarto mengaku siap menerima putusan akhir dari hakim terkait dengan kasus ini. Kami hormati itu apa pun keputusan hakim. Kami harus ikuti, kami hormati betul hakim. Itu gunanya negara hukum di sini, katanya saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu, 3 Agustus 2016.

Namun Moechgiyarto masih menunggu proses persidangan. Rabu siang, sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan alat bukti surat digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pada 1 Agustus kemarin, sidang perdana gugatan digelar. Polda Metro Jaya diwakili Bidang Hukum dalam persidangan. Orang menggugat boleh-boleh saja, kami hadapin, ujar Moechgiyarto.

Sidang perdana kasus gugatan ini sebenarnya sudah berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (25/7). Selain menggugat Polda Metro, kedua pengamen juga melaporkan Kejaksaan Agung dan Kementerian Keuangan. Namun, pada sidang Senin lalu, Kejagung tidak hadir sehingga PN Jakarta Selatan menundanya pada Senin (1/8) mendatang. o eee





Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 02 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Senin, 30 Desember 2019
Rabu, 25 Desember 2019
Selasa, 24 Desember 2019
Minggu, 22 Desember 2019
Jumat, 20 Desember 2019
Rabu, 11 Desember 2019
Selasa, 10 Desember 2019
Senin, 09 Desember 2019
Sabtu, 07 Desember 2019
Kamis, 05 Desember 2019