Beritabatavia.com -
Ratusan pedagang asongan, porter liar, calo dan pemulung yang selama ini berkeliaran di Bandara Soekarno-Hatta terjaring dalam operasi gabungan yang digelar PT Angkasa Pura II, Jumat (20/8). Selain memberi kesan bandara dalam keadaan kumuh, keberadaan mereka juga mengganggu kenyamanan pengguna jasa bandara.
Mereka yang terjaring kemudian ditahan selama empat jam. Tindakan ini kami ambil untuk memberiken efek jera, ungkap Wakil Kepala Cabang Utama PT AP II, Sudaryanto,
Selama Januari hingga Juli, terdapat 3.266 orang ditangkap. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 1.300 kasus. Namun, bukan efek jera yang didapat, mereka datang lagi. Sepertinya ada yang mengkoordinir,ujar Sudaryanto.
Untuk itu, Angkasa Pura mengingatkan penumpang melalui spanduk bertuliskan, 'no calo, no porter liar & asongan.'
Razia terpadu juga dilakukan Kepolisian Resor Khusus Bandara Soekarno-Hatta. Kepala Polres Bandara, Komisaris Besar Tornagogo Sihombing menyatakan Operasi Cipta Kondisi digelar untuk memberantas calo, dan mengantisipasi kejahatan berupa hipnotis, juga masuknya pemulung ke kawasan bandara.
o nor