Beritabatavia.com -
Banyaknya peredaran senjata api di tengah-tengah masyarakat sudah lama dikeluhkan. Namun pengawasan terhadap warga yang memiliki senjata api, hingga kini masih lemah. Tidak mengherankan, jika sejumlah aksi kejahatan menggunakan senjata api marak terjadi.
Mabes Polri sendiri mengakui kesulitan mengawasi peredaran senjata api di tengah-tengah masyarakat. Kepala Divisi Humas Brigjen (Pol) Iskandar Hasan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (20/8) mengungkapkan, Polri sendiri tidak mengetahui berapa jumlah senjata api yang kini beredar secara bebas.
Peredaran senjata api saat ini memang memrihatinkan. Fakta di lapangan, jumlah senjata api yang beredar saat ini kita tidak tahu, Ini kelemahan kita semua, ungkap Iskandar.
Iskandar mengakui jika peredaran senjata api saat ini sulit dilacak. Tidak sedikit, senjata api ilegal masuk melalui daerah yang minim pengawasan polisi. Seperti daerah perairan yang kerap digunakan sebagai lokasi untuk menyelundupkan senjata api.
Kita memiliki daerah perairan yang sangat luas dan sulit untuk dikontrol. Semua pantai tidak terpantau semua. Mereka (penyelundup) masih memiliki celah, meski kita sudah membangun pos keamanan di beberapa pantai, tuturnya.
Dari beberapa perampokan di sejumlah wilayah Indonesia, pelaku kerap menggunakan senjata api. Bahkan perampokan di Bank CIMB Niaga di Medan, pelaku menenteng senjata api laras panjang jenis AK-47 dan M16, senjata jenis serbu yang biasa digunakan untuk perang. o nor