Beritabatavia.com -
Hingga hari ke-12 di bulan Ramadhan tahun ini, pemudik yang berangkat menggunakan kereta api melalui Stasiun Senen, Jakarta Pusat terus mengalami peningkatan. Jika pada hari biasa jumlah penumpang yang berangkat melalui Stasiun Senen berjumlah sekitar 3.000-4.000 penumpang, memasuki bulan Ramadhan hingga hari ke-12, jumlah penumpang yang berangkat melalui Stasiun Senen rata-rata berjumlah 6.000-7.000 pengunjung per harinya.
Kepala Stasiun Senen, Taviv Saryono mengungkapkan, jumlah tersebut hampir sama dengan jumlah penumpang pada periode yang sama di tahun 2009 lalu. Tidak menutup kemungkinan jumlah itu akan semakin bertambah saat memasuki H-10 Lebaran. Dengan prediksi, puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Lebaran nanti, ujar Taviv, Minggu (22/8).
Taviv memprediksikan berdasarkan pengalaman tahun lalu ada lebih dari 25 ribu orang saat puncak arus mudik di Stasiun Senen.
Ditambahkan Taviv, hingga saat ini, Stasiun Senen telah mengoperasikan 18 kereta api reguler yang terdiri dari 9 kereta api kelas bisnis dan 9 kereta api untuk kelas ekonomi.
Dijelaskan Taviv, sebanyak 6.000-7.000 pengunjung tiap harinya selama memasuki bulan Ramadhan ini berangkat melalui Stasiun Senen dengan mayoritas tujuan ke beberapa kota di Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur.
Sementara itu, untuk mencegah praktek percaloan yang kerap terjadi untuk pemberangkatan KA ekonomi, Taviv menegaskan, telah menjalankan aturan sesuai UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan siap memberikan sanksi bagi mereka yang kedapatan terbukti sebagai calo. Pasalnya, keberadaan mereka selama ini telah membuat resah para calon penumpang. Sampai saat ini kami masih belum menerima laporan atau pengaduan mengenai keberadaan calo, tandasnya. O brn