Rabu, 09 November 2016

Panglima ISIS asal Indonesia Tewas di Irak

Panglima ISIS asal Indonesia Tewas di Irak

Beritabatavia.com - Berita tentang Panglima ISIS asal Indonesia Tewas di Irak

Panglima militer ISIS Salim Mubarok Atimimi alias Abu Jandal asal Pasuruan Indonesia dilaporkan tewas di Mosul, Irak dan sebuah perang terbuka. Pihak ...

Ist.
Beritabatavia.com - Panglima militer ISIS Salim Mubarok Atimimi alias Abu Jandal asal Pasuruan Indonesia dilaporkan tewas di Mosul, Irak dan sebuah perang terbuka. Pihak keluarga di Pasuruan, Jawa Timur, pada Rabu (9/11/2016) telah mengkonfirmasi laporan tewasnya Abu Jandal.

Rumah keluarga panglima militer ISIS itu berada di Jalan Irian Jaya Nomor 35, kelurahan Gaingrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Konfirmasi diberikan oleh Yaya fauziah Atimimi, kakak Abu Jandal. Menurut Yaya, pihaknya menerima laporan tewasnya sang adik dari salah satu kerabatanya di Jakarta.

Meski demikian, keluarga korban belum bisa mengetahui keberadaan jenazah korban. Laporan tewasnya Abu Jandal juga sudah menyebar di media sosial. Dia dilaporkan tewas akibat ledakan bom saat perang dengan militer Irak,

Kepala Polisi Resort Kota Pasuruan, Ajun Komisaris Besar Polisi Yong Ferridjon, juga mengkonfirmasi laporan itu."Ya, benar ada kabar ini, kini masih kita dalami," katanya.

Setelah laporan tewasnya Abu Jandal, aparat detasemen khusus 88 anti-teror Mabes Polri yang mengenakan pakaian samaran berjaga di dekat rumah keluarga korban. Aparat berjaga setelah pihak keluarga mengumumkan akan menggelar jumpa pers untuk mengkonfirmasi tewasnya Abu Jandal.

Abu Jandal atau Salim Mubarok Atimimi sebelumnya bekerja sebagai penjual susu keliling di Pasuruan. Namun, setelah menikah dan bergabung dengan ISIS, keberadaannya tidak diketahui.

Di tempat terpisah, Markas Besar Polri menyatakan informasi perihal kematian Salim Mubaroq Atamimi alias Abu Jandal di Timur Tengah datang dari keluarga petinggi kelompok teror ISIS itu sendiri. "Iya pihak keluarga sementara memastikan itu jenazah Abu Jandal. Tapi ini sesuatu yang masih harus dikroscek lagi," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, Rabu (9/11).

Menurutnya, anggota keluarga Abu Jandal mendapatkan informasi tersebut dari kerabat lain yang berada di Timur Tengah. Untuk memastikan kematian Abu Jandal, polisi harus terlebih dulu melakukan pemeriksaan fisik. Saat ini polisi sedang memastikan kapan jenazah yang diduga Abu Jandal itu akan dipulangkan.

Serangkaian tes yang akan dilakukan, menurutnya, mulai dari tes gigi, pencocokan catatan keluarga hingga tes DNA. Proses tersebut masih akan memakan waktu. "Mudah-mudahan beberapa hari ke depan kepastian Abu Jandal bisa dipastikan," kata Boy.

Abu Jandal sebelumnya menampilkan diri di sebuah video yang diunggah ke situs YouTube akhir tahun 2014. Dalam video itu, dia menantang Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Densus 88, dan Banser GP Ansor. Dalam video berdurasi empat menit itu, seorang pria yang fasih berbahasa Indonesia menyatakan rasa suka citanya dengan rencana kedatangan TNI membantu pasukan koalisi memerangi ISIS.

"Ketahuilah bahwa kami bahagia mendengarnya. Itu berati pertemuan antara kami (ISIS) dan kalian (TNI-Polri) disegerakan," kata dia. Pria itu juga mengancam, jika bukan TNI yang datang memerangi ISIS, maka mereka yang akan ke Indonesia.

Polisi meyakini Abu Jandal sebagai satu di antara tiga WNI berpengaruh di Suriah. Dua orang lainnya adalah Bahrumsyah dan Bahrun Naim, yang diyakini bertanggungjawab atas serangan teror di Thamrin, Jakarta, akhir 2015. o eee


Berita Lainnya
Jumat, 31 Mei 2019
Selasa, 28 Mei 2019
Senin, 27 Mei 2019
Sabtu, 25 Mei 2019
Kamis, 23 Mei 2019
Rabu, 22 Mei 2019
Selasa, 21 Mei 2019
Jumat, 17 Mei 2019
Kamis, 16 Mei 2019
Selasa, 14 Mei 2019
Senin, 13 Mei 2019
Minggu, 12 Mei 2019