Selasa, 29 November 2016 11:50:53

Nasib Miris Dunia Pendidikan di Pinggiran Jakarta

Nasib Miris Dunia Pendidikan di Pinggiran Jakarta

Beritabatavia.com - Berita tentang Nasib Miris Dunia Pendidikan di Pinggiran Jakarta

KEGIATAN belajar mengajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kota Bekasi yang semula tenang mendadak gaduh. Suara benda berat yang jatuh ...

  Nasib Miris Dunia Pendidikan di Pinggiran Jakarta Ist.
Beritabatavia.com - KEGIATAN belajar mengajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kota Bekasi yang semula tenang mendadak gaduh. Suara benda berat yang jatuh berantakan membuat ratusan siswa terkejut dan panik. Sumber suara itu ternyata berasal dari ruang laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam.

Lab yang sedang kosong itu kehilangan bentuk karena atapnya ambruk. Selain itu, sebagian dinding rontok, sedangkan bagian dinding lainnya retak-retak. Bangunan yang roboh ada di sebelah ruang kelas saya. Suaranya berisik. Sya kira ada bom atau gempa bumi, kata Ayuninda, siswi kelas VIII.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.20 saat Ayuninda dan teman-teman sekelasnya mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) untuk mata pelajaran bahasa Indonesia. Untungnya, para guru bergegas mengarahkan siswa agar keluar kelas dan berkumpul di lapangan. Tak lama sesudahnya, atap ruang kelas VIII di sebelah lab menyusul rontok. Kami langsung evakuasi siswa agar tidak jatuh korban, kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Sri Winarni.

Kepala SMPN 4 Kota Bekasi Heri Wahyudi mengatakan peristiwa tersebut sudah diperkirakan. Bangunan laboratorium IPA yang dibangun sejak 1986 itu tergolong tua. Karena bagian atapnya miring, kayunya rapuh dan digerogoti rayap, ujarnya.

Pihak sekolah memutuskan tidak menggunakan ruang tersebut sejak beberapa waktu lalu karena mereka khawatir atap mendadak ambrol saat kegiatan praktikum siswa berlangsung. Sejumlah perangkat pendukung praktikum seperti teleskop, komputer, meja, dan kursi juga sudah dikeluarkan dari laboratorium berukuran 15 x 9 meter persegi itu. Hujan deras yang mengguyur Bekasi sejak kemarin dini hari membuat atap lapuk tak kuasa lagi menahan beban.

Jadi pas roboh sudah tidak ada aktivitas di dalam ruangan sehingga tidak ada korban dari kejadian itu. Kami berharap dinas terkait bisa segera melakukan perbaikan untuk ruang roboh itu karena perlu digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu, dinding yang retak-retak rawan menimpa siswa, ujarnya.

Pihak kepolisian dari Polsek Bekasi Selatan telah memasang garis polisi untuk menghindari aktivitas di lokasi kejadian.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan pemerintah akan segera merenovasi bangunan SMPN 4 secara menyeluruh pada 2017. Pemerintah tidak hanya akan memperbaiki bangunan laboratorium IPA. Rencananya, sekitar 14 ruang kelas baru akan dibangun. Rencana renovasi bangunan SMPN 4 masuk penganggaran tahun anggaran 2017, dengan estimasi anggaran sebesar Rp6,5 miliar untuk 14 ruang dan laboratorium, jelas Rahmat.

Ia mengakui konstruksi bangunan kelas di SMPN 4 Kota Bekasi itu rawan ambruk. Untuk ruang kelas yang dibangun sejak 2000 saja mestinya dilakukan perawatan dengan mengganti kerangka kayu di bagian atap, kata Rahmat. o ano

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 02 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Senin, 30 Desember 2019
Rabu, 25 Desember 2019
Selasa, 24 Desember 2019
Minggu, 22 Desember 2019
Jumat, 20 Desember 2019
Rabu, 11 Desember 2019
Selasa, 10 Desember 2019
Senin, 09 Desember 2019
Sabtu, 07 Desember 2019
Kamis, 05 Desember 2019