Jumat, 06 Januari 2017

Kapolri: Nasib Bandar Narkoba akan Berakhir di Kamar Mayat

Kapolri: Nasib Bandar Narkoba akan Berakhir di Kamar Mayat

Beritabatavia.com - Berita tentang Kapolri: Nasib Bandar Narkoba akan Berakhir di Kamar Mayat

KAPOLRI  Jenderal Tito Karnavian mengaku sengaja menggelar rilis kasus narkotika di depan kamar mayat,  sebagai bentuk keseriusan ...

Ist.
Beritabatavia.com - KAPOLRI  Jenderal Tito Karnavian mengaku sengaja menggelar rilis kasus narkotika di depan kamar mayat,  sebagai bentuk keseriusan kepolisian dalam menindak tegas jaringan narkoba di Indonesia. Termasuk, peringatan terhadap para tersangka yang mencoba melawan petugas saat ditangkap.

"Saya perintahkan kepada jajaran narkoba, jangan segan-segan untuk ambil langkah tegas kalau para tersangka ini melakukan perlawanan. Juga terhadap bandar narkoba akan berakhir di kamar mayat,," tegas Kapolri  bersama dengan Kabareskrim dan pihak Bea Cukai menggelar rilis pengungkapan sindikat narkoba jaringan internasional Nigeria-Tanzania-Malaysia-Indonesia di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (6/1).

Dikatakan Kapolri, jika petugas tidak berani mengambil langkah tegas maka, ia mengancam akan copot jabatannya. Apalagi, jika pelaku sempat mengancam atau membahayakan nyawa masyarakat di sekitar lokasi penangkapan. "Nanti yang takut akan kita ganti. Karena perang melawan narkoba tidak main-main. Generasi muda bisa semakin diserang oleh narkoba," pungkas Tito.

Direktorat Narkoba Bareskrim Polri bersama tim Bea dan Cukai berhasil mengungkap sindikat peredaran narkotika. Jaringan ini dikendalikan dari Malaysia via udara dengan cara menelan narkoba. Awalnya, tersangka adalah wanita bernama Kessy Lilian Venace. Warga Tanzania ini menelan 66 kapsul shabu dan di celana dalamnya ada 20 kapsul shabu dan juga 4 gram ganja.

Polisi yang memergoki Kessy kemudian melakukan profiling dan surveillance pada jaringan pelaku hingga menemukan tersangka lain atas nama Chukwuebuka Cornelius Ifenanyi (27), warga Nigeria. Tempat kejadian perkara (TKP) kedua di Griya Mulia Kemayoran. Pada saat akan melakukan pengembangan tersangka Cornelius mencoba melarikan diri dan terpaksa dilumpuhkan hingga meninggal.

"Jadi Kessy ini masuk ke Indonesia pakai Air Asia landing malam hari kemudian karena kecermatan petugas bea cukai maka berhasil menemukan 20 kapsul jenis sabu dalam celana dalam dan menelan 66 kapsul, total 610 gram," lanjut Tito.

Dari penangkapan ini dilakukan operasi bersama Polri dan Bea Cukai hingga menemukan Edward alias Bros, warga Nigeria, di Mangga Besar, Jakbar. Dia melawan kemudian diambil tindakan tegas oleh tim hingga kemudian mati. "Lalu Kessy mengakui lagi ada yang ambil barang itu yaitu Cornelius yang berada di Kemayoran itu. Dia melakukan perlawanan dan dlakukan tindakan hingga meninggal. Jadi ada tiga orang dalam jaringan ini," tambahnya.

Jadi,"memang belum sampai 1 kg tapi ini saya kira langkah sangat bagus untuk ungkap kasus ini. Kasusnya dianggap penting karena saya sampaikan pada tim Polri agar jangan segan dan ragu melakukan SOP bila tersangka, terutama bandar termasuk jaringan narkotik internasional ngerusak bangsa, lakukan SOP." sambungnya.



Berita Lainnya
Senin, 03 Juni 2019
Sabtu, 01 Juni 2019
Sabtu, 01 Juni 2019
Jumat, 31 Mei 2019
Selasa, 28 Mei 2019
Senin, 27 Mei 2019
Sabtu, 25 Mei 2019
Kamis, 23 Mei 2019
Rabu, 22 Mei 2019
Selasa, 21 Mei 2019
Jumat, 17 Mei 2019
Kamis, 16 Mei 2019