Selasa, 21 Maret 2017

Sidang Ahok di Kementan Dikeluhkan Warga

Sidang Ahok di Kementan Dikeluhkan Warga

Beritabatavia.com - Berita tentang Sidang Ahok di Kementan Dikeluhkan Warga

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menawarkan agar persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). ...

Ist.
Beritabatavia.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menawarkan agar persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebab, persidangan memiliki waktu terbatas, tak lebih dari lima bulan.

Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto mengatakan, persidangan tak bisa berjalan berlarut-larut karena telah diatur dalam Surat Edaran Mahkamah Agung. Tak hanya itu, sidang yang digelar di Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan ini telah mengganggu banyak pihak.

"Kita harus mempertimbangkan juga, kita pinjam gedung orang. Kita tak bisa mengganggu terlalu lama," ujarnya dalam persidangan di Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

"Karena saya lihat juga banyak keluhan baik dari masyarakat yang memakai jalan karena kemacetan, dan pegawai di gedung ini. Kita harus toleran juga pada mereka," tuturnya.

Karena itu, lanjut dia, sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahja Purnama (Ahok), bakal digelar dua kali dalam seminggu untuk mengejar waktu yang tersisa. Karena, berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA), sidang tidak boleh lebih dari lima bulan.

Tim penasihat hukum Basuki akhirnya menyetujui sidang digelar dua kali dalam seminggu. Namun, perlu waktu untuk berunding menyiapkan siapa saja ahli yang akan dihadirkan pada sidang selanjutnya.

Dwiarso menuturkan, pihaknya akan memberikan kalender atau jadwal sidang yang telah disusun majelis hakim agar tim penasihat hukum Basuki bisa mengatur dan menentukan siapa saja ahli yang akan dihadirkan.

Ia pun mengungkapkan, jumlah ahli bukan merupakan hal utama karena majelis hakim hanya mempertimbangkan kualitas bobot keterangan yang saksi ahli disampaikan. "Kami memberikan kesempatan. Apa yang kami sampaikan tak mengurangi hak saudara mengajukan pembelaan. Pertimbangan majelis ini bukan banyak-banyakan (ahli), tapi mutu bobot ahli," katanya.

Pada persidangan ke 15 ini, terdakwa Ahok menghadirkan tiga saksi ahli. Mereka masih memiliki tiga ahli lain yang tercantum dalam berkas dan 15 saksi tambahan. Sehingga total saksi yang masih ingin dihadirkan sebanyak 18 orang.

Tim penasihat hukum Ahok meminta agar sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ini digelar empat kali lagi. Namun majelis hakim menawarkan, jadwal dipercepat dengan dua kali sidang dalam seminggu.

"Saya kira saudara (penasihat hukum) dan jaksa sudah tahu yang dipertimbangkan majelis ini bukan banyak-banyaklah (jumlah saksi ahli), tapi mutu atau bobot keahlian yang dihadirkan. Bukan kayak Pilkada yang banyak menang. Tapi kami enggak ada niatan membatas atau mengurangi (jumlah saksi yang dihadirkan)," ucap Dwi. o kay

Berita Lainnya
Kamis, 04 Juli 2019
Rabu, 03 Juli 2019
Selasa, 02 Juli 2019
Senin, 01 Juli 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
Jumat, 28 Juni 2019
Rabu, 26 Juni 2019
Selasa, 25 Juni 2019
Minggu, 23 Juni 2019
Jumat, 21 Juni 2019
Selasa, 18 Juni 2019
Minggu, 16 Juni 2019