Selasa, 28 Maret 2017

TKI asal Indramayu Dijual US$10 Ribu ke Suriah

TKI asal Indramayu Dijual US$10 Ribu ke Suriah

Beritabatavia.com - Berita tentang TKI asal Indramayu Dijual US$10 Ribu ke Suriah


MESKI pemerintah memberlakukan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke sejumlah negara di Timur Tengah, praktik secara ...

Ist.
Beritabatavia.com -
MESKI pemerintah memberlakukan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke sejumlah negara di Timur Tengah, praktik secara sembunyi-sembunyi masih terjadi. Salah satunya dialami Ruminah (43), warga Desa Jengkok, Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, jadi korban tindak pidana perdagangan orang (trafficking) dengan modus perekrutan tenaga kerja.

Saat ini, Ruminah menanggung beban derita di rumah majikannya di Suriah, negara yang sedang dilanda konflik. "Istri saya direkrut calo bernama Mulyana, warga Desa Lemah Ayu, Kertasemaya, Kabupaten Indramayu. Ruminah dijanjikan  ditempatkan di Mesir dengan gaji sebesar US$300 per bulan dan dapat uang fee sebesar Rp8 juta," kata Waryono (45) suami Ruminah.

Ruminah dibawa Mulyana ke Jakarta untuk menemui seseorang bernama Edi di daerah Halim, Jakarta Timur. Edi menyerahkan Ruminah ke seseorang bernama Jaenal di wilayah Kampung Melayu. 22 Januari 2016, Jaenal memberangkatkan Ruminah ke Batam dengan pesawat terbang.
Dari Batam, Ruminah melanjutkan perjalanannya ke Malaysia menggunakan kapal laut. Sepekan di Malaysia, Ruminah baru diterbangkan menuju Mesir. Di Mesir, Ruminah sempat bekerja di rumah majikannya selama satu bulan. Karena ada ketidakcocokan, majikan lalu mengembalikan Ruminah ke agensi yang mengirimkannya. Oleh agensi Mesir, Ruminah dibawa ke Turki.

Setelah 20 hari berada di Turki, Ruminah tidak kunjung mendapatkan pekerjaan. Agensi di Turki lalu membawa Rumina ke Suriah dan menjualnya ke agensi di Suriah sebesar US$10 ribu. "Di Suriah, istri saya bekerja pada majikan bernama Hammar dan istrinya Rudainah Saherman," ungkap Waryono, Selasa (28/3).

Ruminah hampir setahun bekerja di rumah keluarga Hammar. Namun, sang istri diperlakukan kurang baik. Menurut penuturannya, sang istri tidak diberi kebebasan untuk berkomunikasi, waktu istirahat sedikit, serta gaji US$200 per bulan. "Istri saya pernah mengadu ke agensi, tapi istri saya justru disiksa oleh agensi," ucapnya.

Kini Waryono mencari keadilan, agar istrinya bisa kembali ke kampung halaman. Berbagai upaya dilakukan namun sudah mentok. "Saya nggak tahu lagi bagaimana nasib istri saya," tambahnya sambil mengaku tidak tahu lagi kemana harus mengadu. o mio


Berita Lainnya
Senin, 04 Maret 2019
Sabtu, 02 Maret 2019
Jumat, 01 Maret 2019
Kamis, 28 Februari 2019
Selasa, 26 Februari 2019
Minggu, 24 Februari 2019
Jumat, 22 Februari 2019
Rabu, 20 Februari 2019
Selasa, 19 Februari 2019
Selasa, 19 Februari 2019
Senin, 18 Februari 2019
Sabtu, 16 Februari 2019