Sabtu, 15 April 2017

Kapolri: Jangan Ada Pengerahan Massa dari Luar Jakarta

Kapolri: Jangan Ada Pengerahan Massa dari Luar Jakarta

Beritabatavia.com - Berita tentang Kapolri: Jangan Ada Pengerahan Massa dari Luar Jakarta

Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta agar dua pasangan calon gubernur DKI Jakarta tidak melakukan pengerahan massa dari luar DKI dalam gelaran ...

Ist.
Beritabatavia.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta agar dua pasangan calon gubernur DKI Jakarta tidak melakukan pengerahan massa dari luar DKI dalam gelaran Pilkada putaran kedua. Jika ada yang melanggar pihaknya tak segan untuk menindak tegas.

“Ini berlaku untuk paslon manapun baik nomor dua maupun nomor tiga. Saya minta tidak ada pengerahan massa,” kata Tito usai menyampaikan orasi ilmiah pada wisuda Pascasarjana ke-35, Sarjana ke-66 dan Diploma, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) 2017,  Sabtu (15/04/2017).

Wisuda 1168 sarjana tersebut dihadiri Rektor UMJ  Syaiful Bakhri,  Ketua Umum PP Muhammadiyah Haidar Nashir, dan Badan Pembina Harian (BPH) UMJ Din Syamsuddin.

Kapolri berjanji akan menindak tegas siapapun pihak yang ingin mengacaukan Pilkada DKI putaran kedua. Sejumlah Kapolda sudah diminta untuk mewaspadai kemungkinan pengerahan massa dari daerah lain menuju Jakarta.

“Saya minta Jakarta untuk warga Jakarta. Warga yang bukan dari Jakarta tidak perlu kawal mengawal, dengan bahasa macam-macam apapun bahkan bahasa yang soft atau halus,” lanjutnya.

Menurutnya, pengerahan massa apalagi dari luar warga Jakarta berisiko mengganggu keamanan, dan membuat kamtimbas Jakarta menjadi kurang kondusif. Bahkan bisa saja menimbulkan intimidasi baik secara psikis maupun fisik.

Tito mengingatkan bahwa kita hidup dialam demokrasi. Dan Jakarta adalah barometer dari pelaksanaan demokrasi. Karena itu semua pihak diharapkan bisa ikut menjaga keamanannya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haidar Nasir. Menurutnya semua pihak harus bisa mentaati aturan. Sebab berdemokrasi bukan sekedar prosedur tetapi juga menyangkut etika. “Masa tenang janganlah membuat kampanye terselubung yang bisa memancing masyarakat tidak puas,” jelasnya.

Rektur UMJ Syaeful Bakhri mengatakan pihaknya sudah memberikan instruksi, himbauan dan seruan agar semua civitas akademika UMJ ikut menjaga pelaksanaan pesta demokrasi yang aman dan damai. Sebagai universitas tertua di Jakarta, lebih dari separuh civitas akademika UMJ memiliki hak pilih dalam pilkada DKI.

“Semua harus menjaga kedamaian, proses pilkada harus berjalan dengan aman, sebab jika tidak itu bisa menjadi pintu masuknya paham radikal dan itu tidak kita inginkan,” katanya.  o pko






Berita Lainnya
Selasa, 05 Maret 2019
Senin, 04 Maret 2019
Sabtu, 02 Maret 2019
Jumat, 01 Maret 2019
Kamis, 28 Februari 2019
Selasa, 26 Februari 2019
Minggu, 24 Februari 2019
Jumat, 22 Februari 2019
Rabu, 20 Februari 2019
Selasa, 19 Februari 2019
Selasa, 19 Februari 2019
Senin, 18 Februari 2019