Minggu, 16 April 2017

Laporan Antasari soal Hary Tanoe Dipetieskan???

Ist.
Beritabatavia.com - Laporan Pengakuan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Antasari Azhar menjawab tanya publik soal dugaan rekayasa dalam kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, hingga kini dipetieskan.

Setelah delapan tahun mendekam di penjara dan bebas murni Januari lalu, Antasari baru mantap menyebutkan sejumlah nama yang dia duga kuat berkaitan dengan kasus yang menjeratnya. "Karena saya kira ini tepat waktunya," ujar Antasari saat menyampaikan laporan di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, pada Selasa (14/2/2017) lalu

Antasari mengatakan, dua bulan sebelum dirinya ditangkap, CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo menyambangi rumahnya pada malam hari. Hary mengaku diutus oleh Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta agar KPK tidak menahan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Tantowi Pohan tidak ditahan.

Aulia merupakan besan SBY. Namun, Antasari menolak permintaan itu. "Saya bilang tidak bisa. KPK sudah ada SOP-nya, tersangka, tahan," kata Antasari saat itu.

Namun, Hary memohon agar Antasari mengabulkan permintaannya. Namun, Antasari tetap pada sikapnya. Saat itu, kata Antasari, Hary mengingatkannya untuk berhati-hati. Antasari mengaku tak takut dengan ancaman itu.

"Saya sudah memilih profesi penegak hukum kok, risiko apa pun saya terima. Selesai saya ngomong hari ini, besok saya mati, saya siap," kata Antasari.

"Kalau saya tidak bicara ini, kalau saya mati, Anda (wartawan) dalam misteri kan," sambungnya.

Antasari mengaku telah berpikir panjang sebelum mengungkap cerita ini ke publik. Ia pun berani menanggung risikonya sekalipun menyangkut keamanannya.

"Saya merenung, kilas balik bahwa sejak kecil, saya diajari kejujuran oleh orangtua. Untuk itu, saya mohon kepada Bapak SBY jujur, beliau tahu perkara saya ini. Cerita, apa yang beliau alami dan beliau perbuat," kata Antasari.

Sejak membongkar kasus itu, hingga kini Antasari susah dikonfirmasi

Antasari Azhar membuat laporan ke kantor Bareskrim Polri, Gedung KKP, Jakarta, pada Selasa, 14 Februari 2017. Dia melaporkan adanya dugaan pidana penghilangan barang bukti sebagaimana Pasal 417 KUHP dan dugaan pidana persangkaan palsu atau dikenal rekayasa kasus sebagaimana Pasal 318 KUHP.

Seusai membuat laporan, Antasari memberikan pernyataan ke media massa. Satu pernyataannya, CEO MNC Group Hary Tanoesoedibdjo mendatanginya ke rumah di kawasan BSD Tangerang pada Maret 2009 atau dua bulan sebelum kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen terjadi dan menyeretnya sebagai tersangka. o day
Berita Lainnya
Jumat, 28 Desember 2018
Kamis, 20 Desember 2018
Rabu, 19 Desember 2018
Selasa, 18 Desember 2018
Sabtu, 15 Desember 2018
Jumat, 14 Desember 2018
Selasa, 11 Desember 2018
Senin, 10 Desember 2018
Minggu, 09 Desember 2018
Jumat, 07 Desember 2018
Jumat, 07 Desember 2018
Kamis, 06 Desember 2018