Senin, 01 Mei 2017

Tagih Utang, Ngaku Polisi Tak Takut Kepada Jenderal Sekalipun

Tagih Utang, Ngaku Polisi Tak Takut Kepada Jenderal Sekalipun

Beritabatavia.com - Berita tentang Tagih Utang, Ngaku Polisi Tak Takut Kepada Jenderal Sekalipun

Punya hutang memang tak mengenakan. Selain ditagih dengan penuh ancaman. Juga kerap didatangi orang mengaku polisi sebagai centeng untuk menagih. ...

Ist.
Beritabatavia.com - Punya hutang memang tak mengenakan. Selain ditagih dengan penuh ancaman. Juga kerap didatangi orang mengaku polisi sebagai centeng untuk menagih. Nasib malang itu menimpa Suryanto (30), pemilik toko bangunan Perjuangan Jaya, Jati Agung Lampung Selatan. Tak tahan dengan ancaman, Suryanto melaporkan supplier semen atas kejadian perampasan bahan bangunan di toko miliknya ke Polda Lampung, Minggu (30/4) petang.

Sebelumnya ia sudah berusaha mengajak AD menghitung kekurangan uang yang harus dibayarnya dari nominal barang semen yang disuplai di tokonya. "Saya dipaksa menandatangani surat pernyataan, tapi isi pernyataannya kosong dan suratnya hanya tertera nilai nominal uang Rp 80 juta yang harus saya bayar. Padahal nominal uang semen yang dipasok ke toko saya, hanya Rp 22,5 juta. Berarti saya ini mau ditipu dan diperas ,"ujar Suryanto.

Karena ia menolak harus membayar uang Rp 80 juta yang tidak semestinya ia bayarkan, suplaien itu menelepon dirinya dan mengancam akan membunuh. Ancaman itu, sudah beberapa kali dilakukana. Bahkan istrinya bernama Fitri (37), yang sedang menjaga toko, sempat mau dicangkul . "Dia sempat mau melukai istri saya pakai cangkul, beruntungnya tidak sampai terjadi karena dihalangi oleh temannya,"ungkapnya.

Selain ancaman mau dibunuh, dia dipaksa bayar uang tak semestinya dibayarkan. Bahkan temannya sebagai anggota polisi juga mengancam tidak takut jika masalah ini mau dilaporkan ke polisi sekalipun. "Dia sempat bilang ke saya, silakan kalau mau melaporkan masalah ini ke polisi. Mau lapornya itu ke Kapolda, ataupun ke Jenderal siapun, saya tidak takut," ucap Suryanto menirukan perkataan pengancam.

Setelah bermusyawarah dengan kelurga, akhirnya dia memberanikan diri dengan melaporkan kasus perampasan barang, pemerasan disertai dengan adanya ancaman pembunuhan tersebut ke Polda Lampung. "Awalnya saya bingung harus berbuat apa, akhirnya saya nekat melaporkan kasus ini ke Polda. Saya dan istri pasrah, kalau memang nantinya harus mengalami kejadian yang tidak diinginkan,"ungkapnya.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Sulistyaningsih membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memanggil saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Apalagi dalam perkara tersebut, dari keterangan pelapor ada salah seorang yang mengaku sebagai anggota polisi untuk menakuti pelapor.

"Kasus tersebut yang menangani bagian Harda (Harta Benda) Ditreskrimum, petugas sedang menyelidiki kasusnya dan mencari tahu siapa orang yang mengaku anggota polisi tersebut," pungkasnya.

Dikatakan, masalah ini harus segera diselesaikan, karena jadi preseden buruk nama Polri. Rencananya dalam waktu dekat ini, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan terhadap terlapor Suplier. o pko








Berita Lainnya
Senin, 12 Agustus 2019
Sabtu, 10 Agustus 2019
Jumat, 09 Agustus 2019
Kamis, 08 Agustus 2019
Rabu, 07 Agustus 2019
Selasa, 06 Agustus 2019
Senin, 05 Agustus 2019
Sabtu, 03 Agustus 2019
Sabtu, 03 Agustus 2019
Rabu, 31 Juli 2019
Minggu, 28 Juli 2019
Jumat, 26 Juli 2019