Minggu, 21 Mei 2017

Menteri Tjahjo Kecam Berita Hoax Pontianak Rusuh

Menteri Tjahjo Kecam Berita Hoax Pontianak Rusuh

Beritabatavia.com - Berita tentang Menteri Tjahjo Kecam Berita Hoax Pontianak Rusuh

 Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengecam penyebaran informasi palsu soal kerusuhan di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia menyebut harus ada ...

Ist.
Beritabatavia.com -  Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengecam penyebaran informasi palsu soal kerusuhan di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia menyebut harus ada penyaring informasi untuk meredam berita-berita bohong seperti itu.

Tjahjo mentatakan, berita dan video bohong soal kerusuhan di Pontianak kemarin bisa disebut memprovokasi dan fitnah. Padahal, kondisi di Pontianak kemarin tetap aman meski ada penyelenggaraan dua acara oleh dua kelompok massa berbeda dalam waktu bersamaan.

"Memang ada kegiatan bersamaan antara suku dayak yang pawai dan pendukung aksi bela agama. Tetapi mereka sudah dalam pengawalan aparat keamanan sehingga situasi kondusif. Kita harus hati-hati dengan setiap kegiatan cipta opini dan kondisi yang dilakukan," ujar Tjahjo dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Minggu (21/5).

Tjahjo menyebut banyak upaya dilakukan kelompok anti Pancasila untuk menyebar berita bohong, yang bisa mengganggu stabilitas keamanan. Instabilitas disebut menjadi target utama dari kelompok penentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Bekas Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu meminta masyarakat tidak serta merta menyebar semua informasi yang didapat melalui media sosial. Ia juga mengimbau warga untuk membantuk Presiden Joko Widodo menggebuk kelompok anti pancasila.

"Mari membantu Kepolisian dan TNI sebagaimana perintah Pak Presiden Jokowi untuk gebuk dan bersikap tegas kepada elemen yang anti Pancasila, UUD45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.

Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Barat, Ajun Komisaris Besar Sugeng Hadi Sutrisno mengatakan, tak ada benturan atau kekerasan sama sekali saat aksi dua kelompok massa kemarin.

Ia menegaskan agar masyarakat jangan terpancing dengan provokasi informasi palsu yang tersebar melalui dunia maya.  “Itu gambar yang lalu-lalu dimunculkan kembali,  jangan sampai masyarakat terpancing dengan situasi tersebut,” katanya.

Menurutnya, sampai saat ini TNI dan Polri masih terus menjaga keamanan dengan ketat. Ia mengakui ada pihak-pihak tertentu yang ingin memperkeruh suasana.  o cio
Berita Lainnya
Minggu, 28 April 2019
Sabtu, 27 April 2019
Jumat, 26 April 2019
Rabu, 24 April 2019
Selasa, 23 April 2019
Senin, 22 April 2019
Sabtu, 20 April 2019
Sabtu, 20 April 2019
Sabtu, 20 April 2019
Jumat, 19 April 2019
Jumat, 19 April 2019
Kamis, 18 April 2019