Kamis, 25 Mei 2017

Presiden Jokowi Bela Sungkawa Korban Ledakan Terminal Kampung Melayu

Ist.
Beritabatavia.com -
Presiden Joko Widodo menyampaikan bela sungkawa kepada korban ledakan di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu malam (24/5). Tiga anggota Polri Briptu Anumerta Ridho Setiawan (21), Bripda Taufan Tsunami (23) dan Bripda Imam Gilang Adinata (25)

"Saya diminta menyampaikan bela sungkawa kepada korban dan keluarga. Dan memastikan semua korban mendapatkan perawatan," kata Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki ketika meninjau dan menjenguk sejumlah korban ledakan di Kampung Melayu di RS Premier Jatinegara, Kamis (26/05/2017).

Teten mendapatkan tugas khusus dari Presiden untuk memastikan korban ledakan mendapatkan perawatan yang semestinya. Teten memastikan ada lima korban dirawat di RS Premier Jatinegara dan seorang korban polisi sudah dipindahkan ke RS Polri. "Ada lima, dirawat empat. Satu sedang dioperasi. Saya ketemu anggota Sabhara Pak Feri. Lalu ada Agung masyarakat biasa. Lalu ada Jihan mahasiswa Azzahra," katanya.

Teten juga menyampaikan pesan Presiden yang masih melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur dan Jawa Tengah agar masyarakat tidak takut karena teror memang bertujuan untuk membuat siapapun takut oleh karena itu masyarakat di Tanah Air tak boleh gentar dan takut.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menyatakan, serangan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, merupakan bagian dari serangan global. "Menurut saya ini serangan global, kaitannya dengan kondisi global saat ini," ujar Setyo di lokasi, Kamis (25/5/2017)
dinihari.

Polisi sebenarnya sudah mencium akan ada  pengeboman. Namun, polisi tidak mengetahui di mana dan kapan aksi tersebut akan dilakukan. "Kita juga tahu di Filipina ISIS serang kota Marawis. Oleh karena itu kami sudah siap-siap," jelas dia.

Dijelaskan beberapa polisi di terminal Kampung Melayu tengah menjalankan tugas untuk pengamanan lalu lintas serta menghadapi situasi hari libur, juga ada pawai kendaraan di Kampung Melayu. Saat kejadian kelima orang polisi yang menjadi korban di lokasi ledakan,
karena sedang berjaga di sekitar halte," jelas Kepala Divisi Humas Polri

Ledakan keras terjadi dua kali dengan selisih waktu sekitar lima menit yaitu pukul 21.00 WIB dan 21.05 WIB. Lokasi ledakan berpusat du toilet dan tempat parkir sepeda motor di samping halte Kampung Melayu. Tak ada kerusakan bangunan di pusat ledakan. Namun sejumlah sepeda motor yang terparkir ambruk berantakan.

Kedua pelaku sendiri meninggal di tempat dengan tubuhnya sudah terpotong akibat ledakan terbagi menjadi kepala, kaki dan badan yang terpisah. "Kami masih olah TKP (tempat kejadian perkara),  wilayah masih diseterilkan,” kata Setyo sambil menambahkan
polisi belum bisa mengindentifikasi pelaku yang tewas. (kay)
Berita Lainnya
Senin, 24 Desember 2018
Jumat, 21 Desember 2018
Selasa, 18 Desember 2018
Senin, 17 Desember 2018
Sabtu, 15 Desember 2018
Selasa, 11 Desember 2018
Jumat, 07 Desember 2018
Kamis, 06 Desember 2018
Rabu, 05 Desember 2018
Selasa, 04 Desember 2018
Selasa, 04 Desember 2018
Kamis, 29 November 2018