Beritabatavia.com -
Dua hari pasca meletusnya gunung Sinabung di Kabanjahe, Karo, Sumatera utara (Sumut), ribuan warga yang mengungsi sudah mulai terserang penyakit tenggorokan, diare dan iritasi mata.
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, dari sebanyak 30.052 pengungsi sebanyak 2.477 sudah terserang penyakit tenggorokan, diare dan iritasi mata.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Diana Elita Ginting di Posko Utama Tim Penanggulangan Bencana mengatakan, diperkirakan penyebab hingga kesehatan para pengungsi terganggu adalah udara yang dingin serta banyaknya debu. Di luar 2.477 pengungsi, dua lainya harus dirujuk ke RSUD Karo karena muntah darah dan panas tinggi, katanya, Senin (30/8).
Menurut Diana, pihaknya telah mensiagakan tenaga medis dan para medis di setiap pengungsian. Satu titik dijaga empat dokter dan empat tenaga para medis.
Sementara, koordinator pengungsi di Jambur Taras, Desa Rumah Berastagi, Naksir Purba (51) menjelaskan, salah satu faktor pemicu penyakit para pengungsi adalah lingkungan yang kurang bersih. Menurutnya, secara umum, kondisi pengungsian sangat kotor. Pengungsi membuang sampah di selokan-selokan yang mengelilingi jambur atau tempat pengungsian. Pengungsi juga kesulitan air bersih dan buang air. O son