Sabtu, 08 Juli 2017

Lagi, Petugas Avsec Bandara Ditampar

Lagi, Petugas Avsec Bandara Ditampar

Beritabatavia.com - Berita tentang Lagi, Petugas Avsec Bandara Ditampar

KASUS penamparan terhadap anggota Avsec atau security bandara nampaknya jadi trend baru. Setelah kasus penamparan yang dilakukan isteri ...

Ist.
Beritabatavia.com - KASUS penamparan terhadap anggota Avsec atau security bandara nampaknya jadi trend baru. Setelah kasus penamparan yang dilakukan isteri Jenderal Polisi di Bandara Sam Ratulangi Manado, kini seorang anggota TNI melakukan penamparan terhadap petugas body search Avsec di SPC Terminal 1A Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, Jumat (7/7/2017) petang.

Kejadian itu bermula sekitar pukul 15.38 WIB, oknum anggota TNI berinisial AG melewati lampu indikator WTMD yang membuat lampu indikator menyala. Petugas bandara menahan sang penumpang untuk dipemeriksa, termasuk body search. Sebelum pemeriksaan dilakukan, AG malah menampar petugas Avsec. Sehingga terjadi keributan.

Tak terima dengan aksi itu, petugas bandara melaporkan kasus ini. Akhirnya petugas dan oknum anggota TNI tersebut diperiksa di Mapolres Bandara Soetta.

Humas Polres Bandara Soetta Iptu Prayogo membenarkan adanya kasus tersebut. Namun, dia mengatakan kasus itu sudah diselesaikan antara kedua belah pihak. "Jadi sudah diambil jalan oleh kedua pihak, pihak dari Avsec Angkasa Pura II, demikian," singkat Prayogo saat dihubungi pada Jumat malam.

Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara. Joice Warouw, istri seorang jenderal polisi, yang mengenakan baju dan kacamata hitam menampar petugas aviation security (avsec) Bandara Sam Ratulangi pada Rabu 5 Juli 2017 pukul 07.20 Wita.

Alasannya, pelaku menolak saat diminta untuk melepaskan jam tangan saat akan melewati pemeriksaan di mesin x-ray SCP2 bandara. Karena tiba-tiba pintu metal detector berbunyi lantaran ia masih mengenakan jam tangan yang mengandung logam. Terjadi perdebatan hingga terjadi penamparan.

Adegan penamparan petugas bandara itu terekam dalam sebuah video berdurasi 0,12 menit. Video yang memperlihatkan seorang perempuan yang mengaku istri pejabat menampar petugas bandara itupun viral di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat perempuan itu sempat adu mulut dengan petugas Avsec, sebelum akhirnya menamparnya. "Ngoni nintau kita ini istri pejabat (kalian tidak tahu saya ini istri pejabat). Yang punya Sulawesi Utara," ujar wanita dalam viral di medsos.

Dengar ada ribut-ribut, salah satu petugas Avsec datang menengahi. Namun si petugas yang kena tampar. Petugas Avsec sempat mengatakan akan melaporkan kejadian itu ke aparat kepolisian.

Corporate Secretary Angkasa Pura I Israwadi membenarkan kejadian tersebut. Dia menyatakan, aksi penamparan yang dilakukan perempuan yang diketahui bernama Joice Warouw (46) itu terjadi Rabu 5 Juli sekitar pukul 07.00.

Saat itu petugas, elizabeth Wehantouw dan Amelia Magreani, memeriksa Joice di pintu pemeriksaan kedua Bandara Sam Ratulangi Manado. "Ketika pelaku masuk pintu X-Ray SCP 2 pintu detektor berbunyi karena pelaku memakai jam tangan. Oleh petugas Avsec dia diminta agar jamnya dilepas untuk dimasukkan ke dalam X-ray," ujar Israwadi.

Namun, Joice tidak terima dengan sikap petugas Avsec dan memukul petugas. "Jadi sebelum menampar seperti yang ada di video, pelaku juga memukul petugas lainnya," ujar dia.

Melihat temannya dipukul, Amelia pun menanyakan maksud Joice. "Kenapa ibu pukul-pukul?" ujar Israwadi menirukan ucapan Amelia.

Meski sempat dilerai oleh anaknya, Joice yang lagi emosi pun kemudian menampar petugas. "Tak lama usai kejadian kita langsung bawa yang bersangkutan ke Polsek Bandara dan langsung dilakukan penyelidikan," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, meski Joice Onsay Maraouw, istri jenderal yang menampar petugas aviation security (avsec) Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara mengaku menyesal dan meminta maaf, namun proses hukum tetap berjalan.

“Kita liat ke depan, apakah pelapor ini tetap kekeh kepada tuntutannya atau sudah melihat ibu ini minta maaf dan menyesali dan mungkin berubah, silakan itu masing-masing pihak saja,” kata Riwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat, (7/7/2017) malam.

Rikwanto menjelaskan, selama proses pemeriksaan, istri jenderal bintang satu ini mengaku menyesal telah melakukan penamparan, perbuatan tersebut terjadi spontan karena terburu-buru hendak menengok orangtuanya yang sedang sakit keras. Joice juga telah meminta maaf.

“Tadi kita sempat berbincang-bincang di dalam dan ibu ini merasa menyesal kemudian kejadian begitu saja, dan sempat bilang kepada kami dengan penyidik juga dan mohon maaf, mudah-mudahan dimaafkan,” katanya.

Proses hukum, masih dikatakan Rikwanto, tergantung dari keputusan kedua pihak terutama pelapor setelah melakukan mediasi apakah kasus akan dilanjutkan atau tidak. “Itu hak pelapor, jadi kalau mau teruskan hak pelapor. Kalo mau selesai saling maafkan juga kita harapkan demikian mudah-mudahan,” pungkasnya. o bwo


Berita Lainnya
Minggu, 28 April 2019
Sabtu, 27 April 2019
Jumat, 26 April 2019
Rabu, 24 April 2019
Selasa, 23 April 2019
Senin, 22 April 2019
Sabtu, 20 April 2019
Sabtu, 20 April 2019
Sabtu, 20 April 2019
Jumat, 19 April 2019
Jumat, 19 April 2019
Kamis, 18 April 2019