Selasa, 11 Juli 2017

Dirungkus, 2 Penumpang Garuda Bercanda Bawa Bom

Dirungkus, 2 Penumpang Garuda Bercanda Bawa Bom

Beritabatavia.com - Berita tentang Dirungkus, 2 Penumpang Garuda Bercanda Bawa Bom

AKIBAT bercanda membawa bahan peledak alias bom, dua penumpang Garuda Indonesia dipaksa turun dari pesawat bernomor penerbangan 653 tujuan ...

Ist.
Beritabatavia.com - AKIBAT bercanda membawa bahan peledak alias bom, dua penumpang Garuda Indonesia dipaksa turun dari pesawat bernomor penerbangan 653 tujuan Timika-Denpasar. Keduanya langsung digiring ke Polsek Kawasan Bandara Udara Mozes Kilangin, Timika Papua untuk diperiksa.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua Kombes Pol AM Kamal membenarkan kejadian itu. Kasus pengakuan bawa bom meski hanya bercanda tidak akan mendapat tolenrasi, dan harus menjalani pemeriksaan bahkan dilarang naik pesawat terbang.

"Kejadiannya terjadi Senin siang sekitar pukul 14.30 WIT. WH langsung diturunkan oleh petugas pengawas lapangan dari kabin pesawat kemudian dilaporkan ke Mapolsek Kawasan Bandara Timika terkait ucapannya bahwa membawa bom," kata AM Kamal di Kota Jayapura, Selasa  (11/07/2017).

Kronologis kejadian setelah salah seorang penumpang bernama Parlindungan Tambunan menanyakan kepada penumpang berinsial WH, yang tengah memasukkan tas miliknya ke dalam kabin pesawat. Tas itu memang terlihat berat dan secara spontan Parlindungan bertanya. "Apa yang kau bawa itu dalam tas, tanpa sadar dan secara spontan penumpang WH menjawab bom," papar AM Kamal.

Saat menjawab bom ternyata di sampingnya ada petugas pramugari yang mendengar dan langsung menanggapi atau merespons pernyataan tersebut. Awak kabin melaporkan kepada ground atau petugas pengawas lapangan. Sehingga penerbangan ditunda sementara.

"WH sempat meminta maaf namun petugas pengawas lapangan tidak mau menerima permohonan maaf dan langsung menurunkan bersama tas bawaan dan diserahkan ke Mapolsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin untuk dimintai keterangan serta diperiksa isi tas penumpang," lontar Kabid Humas seperti dilansir laman Antaranews.

Setelah dilakukan pemeriksaan dalam tas, kata dia, ternyata tidak ada bahan-bahan berbahaya atau bom seperti yang diucapkan di atas kabin pesawat Gauruda.

"Hasil kordinasi dengan kepolisian setempat dengan Otoritas Bandara Moses Kilangin selanjutnya, WH dan Parlindungan atau kedua penumpang tersebut dinyatakan batal berangkat," katanya.

Anggota Mapolsek Kawasan Bandara Mozes Kilangan membawa kedua penumpang ke Kantor Polres Pelayanan guna dimintai keterangan atas kejadian tersebut. "Atas kejadian ini, diharapkan kepada setiap penumpang yang akan menggunakan transportasi pesawat udara untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang dapat mengganggu proses sebelum atau sedang melakukan penerbangan," katanya. o ant





Berita Lainnya
Senin, 04 Maret 2019
Sabtu, 02 Maret 2019
Jumat, 01 Maret 2019
Kamis, 28 Februari 2019
Selasa, 26 Februari 2019
Minggu, 24 Februari 2019
Jumat, 22 Februari 2019
Rabu, 20 Februari 2019
Selasa, 19 Februari 2019
Selasa, 19 Februari 2019
Senin, 18 Februari 2019
Sabtu, 16 Februari 2019