Jumat, 18 Agustus 2017

KPK Rencana Periksa Farhat Abbas

KPK Rencana Periksa Farhat Abbas

Beritabatavia.com - Berita tentang KPK Rencana Periksa Farhat Abbas

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap pengacara, Farhat Abbas, Jumat (18/8/2017). Pemanggilan Farhat kali ini ...

Ist.
Beritabatavia.com - KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap pengacara, Farhat Abbas, Jumat (18/8/2017). Pemanggilan Farhat kali ini sebagai saksi atas dugaan kesaksian palsu dalam kasus korupsi e-KTP dengan tersangka anggota DPR fraksi Golkar, Markus Nari.

“Yang bersangkutan (Farhat Abbas) hari ini kami periksa sebagai saksi untuk tersangka MN (Markus Nari),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat (18/8/2017).

Sebelumnya, Farhat juga sempat menjalani pemeriksaan terkait kasus serupa di KPK, Rabu (26/4/2017). Saat itu ia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka anggota DPR, Miryam S. Haryani.

Febri enggan menjelaskan alasan Farhat kembali diperiksa kali ini. Hanya saja, ia tak membantah pemeriksaan Farhat masih berkaitan dengan pemeriksaan pada saksi lainnya yang juga pengacara, Elza Syarif pada Jumat pekan lalu.

Sebelumnya, KPK memeriksa pengacara Elza Syarief sebagai saksi juga untuk tersangka Markus Nari dalam kasus yang sama pada Jumat (11/8) lalu. Elza mengaku tidak mengenal dengan Markus Nari.

"Ya saya terus terang sama Andi Narogong tidak kenal, Markus Nari tidak kenal. Jangan kan kenal, lihat mukanya saja saya tidak tahu. Ya saya tidak tahu, saya memberikan kesaksian apa lagi?," kata Elza di gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/8).

Farhat Abbas merupakan pengacara dari Elza Syarief. Selain itu, KPK tengah mendalami soal pertemuan antara pengacara Anton Taufik dengan Miryam S Haryani yang terjadi di kantor pengacara Elza Syarief.

KPK juga ingin mendalami lebih lanjut apakah dalam pertemuan itu ada hubungan sebab dan akibat dengan pencabutan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan Miryam di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta beberapa waktu lalu.

Terkait pengembangan penyidikan untuk tersangka Markus Nari, KPK sudah menemukan indikasi ada upaya dari pihak-pihak tertentu yang mencoba menghalangi penanganan kasus KTP-e dan juga kasus yang terkait dengan KTP-e itu.

Eks calon Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara itu juga diduga diperiksa karena dianggap mengetahui soal kasus yang menyeret Markus sebagai tersangka. “‎Dia (Farhat Abbas) diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi, dalam hal ini sebagai pengacara, sama seperti saksi sebelumnya yang juga pengacara,” imbuh Febri.

Pada pemeriksaan Jumat lalu, Farhat juga sempat datang ke KPK mendampingi Elza. Saat itu selain berharap pemeriksaan terhadap Elza bisa ditunda karena kondisi kesehatannya yang kurang baik, ia pun mempertanyakan alasan koleganya itu terus diperiksa oleh KPK. “Kan sudah jelas, kenapa dipanggil-panggil lagi. Rangkaian cerita siapa yang terlibat kan sudah jelas,” kata Farhat.

Terkait kasus ini, Markus Nari ditetapkan tersangka karena diduga mencoba mempengaruhi salah satu terdakwa dalam kasus e-KTP untuk memberikan keterangan yang tidak benar terkait posisi Markus yang namanya termasuk rangkaian besar proses e-KTP.

Nama Markus Nari dalam dakwaan juga diduga ikut menerima Rp4 miliar dan 13 ribu dolar AS terkait proyek e-KTP sebesar Rp5,95 triliun itu. Atas perbuatannya, Markus Nari ‎disangkakan Pasal 21 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. o bbs



Berita Lainnya
Senin, 11 Maret 2019
Sabtu, 09 Maret 2019
Rabu, 06 Maret 2019
Selasa, 05 Maret 2019
Selasa, 05 Maret 2019
Jumat, 01 Maret 2019
Kamis, 28 Februari 2019
Rabu, 27 Februari 2019
Selasa, 26 Februari 2019
Minggu, 24 Februari 2019
Kamis, 21 Februari 2019
Rabu, 20 Februari 2019