Kamis, 24 Agustus 2017

Bareskrim Bongkar Sindikat Penyebar Hoax SARA Di Medsos

Bareskrim Bongkar Sindikat Penyebar Hoax SARA Di Medsos

Beritabatavia.com - Berita tentang Bareskrim Bongkar Sindikat Penyebar Hoax SARA Di Medsos

BARESKRIM Polri membongkar sindikat penebar ujaran kebencian bernama Saracen. Polisi menangkap tiga orang tersangka di tempat yang berbeda. Mereka ...

Ist.
Beritabatavia.com - BARESKRIM Polri membongkar sindikat penebar ujaran kebencian bernama Saracen. Polisi menangkap tiga orang tersangka di tempat yang berbeda. Mereka adalah JAS (32) yang berperan sebagai ketua, MFT (43), dan SRN (32). Satu diantaranya seorang perempuan. Pelaku lainnya masih terus dikejar karena menyebarkan kebencian melalui media sosial (Medsos).

Ketiganya memiliki peran yang berbeda dalam sindikat yang menggunakan nama Saracen. MFT ditangkap di Koja, Jakarta Utara merupakan ketua grup Saracen. Dia bergerak di bidang Media Informasi dan berperan merekrut para anggota menggunakan daya tarik berbagai unggahan yang bersifat provokatif menggunakan isu SARA sesuai perkembangan tren media sosial.

"Unggahannya ini bisa berupa kata-kata, narasi, maupun meme yang tampilannya mengarahkan opini pembaca untuk berpandangan negatif terhadap kelompok masyarakat lainnya," kata Kasubdit I Direktorat Siber Polri Kombes Irwan Anwar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (23/8/2017).

JAS (32) ditangkap di Pekanbaru, Riau, dipercaya oleh kelompok karena memiliki kemampuan untuk memulihkan akun anggotanya yang diblokir. JAS juga membuat berbagai akun baik yang bersifat real atau menggunakan identitas asli, semi-anonymous atau separuh nyata dan separuh anomin alias tidak menggunakan identitas, maupun anonymous atau tidak menggunakan identitas asli.

Hal ini berdasarkan temuan banyaknya hasil scan KTP dan passport, data tanggal lahir, serta nomor handphone pemilik akun. "Untuk menyamarkan perbuatannya, JAS sering berganti nomor HP dalam pembuatan akun email maupun FB, dia memiliki 11 akun email dan enam akun facebook," kata dia.

Terakhir SRN (32) ditangkap di Cianjur, Jawa Barat, berperan sebagai Koordinator Grup Wilayah. SRN melakukan ujaran kebencian dengan melakukan posting atas namanya sendiri maupun membagikan ulang posting dari anggota Saracen lain yang bermuatan penghinaan dan SARA.

Pengungkapan tersangka bermula ketika Satgas Patroli Siber melakukan monitoring dan penyelidikan terhadap para pelaku. Dalam penyelidikannya, kepolisian mengetahui diketahui bahwa pelaku memang sering mengunggah ujaran kebencian dan hoax bermuatan SARA yang meresahkan di media sosial. "Satgas melakukan penyelidikan dilanjutkan dengan penegakan hukum dan penangkapan tiga orang,” kata  dia.

Sindikat ini cenderung lebih aktif beroperasi di sejumlah media sosial. Sindikat ini juga memiliki banyak akun grup yang bertugas menyebarkan konten SARA dan hate speech. "Di antaranya, yaitu grup Facebook Saracen News, Saracen Cyber Team, dan berbagai grup lainnya dengan pemilihan nama yang menarik bagi para netizen untuk bergabung," tutur dia.

Irwan menuturkan terhadap ketiga pelaku ini, polisi menjerat dengan dugaan melakukan tindak pidana ujaran kebencian dan/atau hate speech dengan konten Sara. “Sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 junto pasal 28 undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang ite dengan ancaman hukuman 6 tahun," ujar dia.

Polisi pun mengamankan beberapa barang bukti seperti 50 simcard berbagai operator, 5 hardisk CPU dan sebuah HD laptop, 4 handphone, 5 flashdisk, dan 2 memory card milik JAS. Kemudian milik SRN berupa sebuah HP Lenovo, memory card, 5 simcard, dan flash disk serta milik SRN meliputi Laptop, Hardisk, HP Asus ZR3, HP Nokia, tiga simcard, dan satu Memory Card.o bbs




Berita Lainnya
Rabu, 01 Mei 2019
Selasa, 30 April 2019
Senin, 29 April 2019
Minggu, 28 April 2019
Sabtu, 27 April 2019
Jumat, 26 April 2019
Rabu, 24 April 2019
Selasa, 23 April 2019
Senin, 22 April 2019
Sabtu, 20 April 2019
Sabtu, 20 April 2019
Sabtu, 20 April 2019