Senin, 28 Agustus 2017

ICW: Menhub Tak Serius Tangani Korupsi, Satgas Pungli Cuma Pencitraan

ICW: Menhub Tak Serius Tangani Korupsi, Satgas Pungli Cuma Pencitraan

Beritabatavia.com - Berita tentang ICW: Menhub Tak Serius Tangani Korupsi, Satgas Pungli Cuma Pencitraan

INDONESIA Corruption Watch (ICW) menilai pembentukan Satgas Operasi Pemberantasan Pungli (OPP) dibentuk Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hanya ...

Ist.
Beritabatavia.com - INDONESIA Corruption Watch (ICW) menilai pembentukan Satgas Operasi Pemberantasan Pungli (OPP) dibentuk Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hanya sebagai pencitraan belaka Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Terbukti tidak keseriusan dalam menangani korupsi di lingkungan kerjanya.

“Satgas itu hanya pepesan kosong. Kami keluar dari satgas itu sejak bulan Juli, karena kecewa dengan komitmen mereka. Kalau mereka mau serius, banyak pejabat di Kementerian Perhubungan khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang sebenarnya dapat ditangkap,” ujar Febri Hendri, peneliti ICW dalam keterangan di Jakarta, Senin (28/08/2017)

Satgas OPP bentukan Kemenhub, sambung Febri, dibuat untuk menindak beragam penyalahgunaan kewenangan di Kemenhub, Budi Karya Sumadi telah menggandeng institusi eksternal, antara lain ICW dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, untuk memperkuat kinerja satgas tersebut.

Namun satgas hanya bertemu sekali dalam sepekan atau bahkan dalam dua pekan. Ia menilai satgas lamban menindak dugaan-dugaan korupsi yang muncul. Akibatnya, Satgas bentukan Kemenhub tersebut, dinilai tidak efektif, bahkan kasus tangkap tangan di lingkungan Kemenhub terus berulang kali terjadi.

“Ini menandakan Budi Karya Sumadi selaku Menhub tidak serius memberantas korupsi dan hanya mencari pencitraan dengan membentuk Satgas begitu Presiden Jokowi dan Kapolri ikut turun langsung ke Kementerian Perhubungan,” kata Febri. “Terbukti kasus korupsi selalu tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau Saber Pungli Mabes.” paparnya.

Pada peluncuran Satgas OPP di Jakarta, Oktober 2016, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut kementeriannya perlu reformasi birokrasi agar para pejabat di lembaga itu tidak memperkaya diri sendiri.

Tiga hal yang hendak diterapkan seiring pembentukan satgas itu adalah mengaktifkan layanan telepon pengaduan, memotong birokrasi pengawasan, dan kerja sama dengan penegak hukum untuk penindakan.

Bahkan kala itu, Sekretaris Jenderal Kemenhub Sugihardjo mengatakan lembaganya membangun sistem pengelolaan yang transparan. Perizinan sudah berbasis online, transaksi gunakan ATM, dan pelaporan keuangan melalui aplikasi Kementerian Keuangan.

Namun, semua itu menurut Febri, hanya semata mencari pencitraan, sebab usai Presiden Jokowi dan Kapolri ikut turun langsung ke Kemenhub saat penggrebekan oleh tim Saber Pungli, Menhub langsung membentuk Satgas OPP. Hasilnya pengawasan tetap lemah dan praktek korupsi terus berlangsung bahkan nilai OTT KPK di Kementerian Perhubungan Rp20 miliar lebih merupakan jumlah terbesar tangkapan KPK.

Padahal sejak awal pemerintahannya, Presiden Jokowi menyatakan akan fokus memperbaiki transportasi laut sebagai solusi kesenjangan ekonomi antardaerah.

Jokowi berulang kali menggarisbawahi pentingnya pembangunan infrastruktur laut dan waktu timbun barang di pelabuhan ( dwelling time ) dengan harapan harga barang lebih murah di seluruh tanah air. “Dengan laut, pemerataan ekonomi akan tercapai,” kata Jokowi berulang kali.

Namun, bula merujuk kinerja dan praktek korupsi di Ditjen Perhubungan Laut, Febri Hendri meragukan target Jokowi itu dapat terwujud sebab membangun tol laut yang terintegrasi dan kuat menjadi terhambat.

“Kasihan Pak Jokowi datang ke Kemenhub untuk menindak pungli di sana, ternyata anak buahnya tidak serius membenahi korupsi dan pungli, dan nilai tangkapannya justru lebih besar dari dua tangkapan sebelumnya,” kata Febri. o pko

Berita Lainnya
Rabu, 01 Mei 2019
Selasa, 30 April 2019
Senin, 29 April 2019
Minggu, 28 April 2019
Sabtu, 27 April 2019
Jumat, 26 April 2019
Rabu, 24 April 2019
Selasa, 23 April 2019
Senin, 22 April 2019
Sabtu, 20 April 2019
Sabtu, 20 April 2019
Sabtu, 20 April 2019