Sabtu, 23 September 2017

Kapolri: Isu Komunisme Muncul Jelang Pilkada dan Pilpres

Kapolri: Isu Komunisme Muncul Jelang Pilkada dan Pilpres

Beritabatavia.com - Berita tentang Kapolri: Isu Komunisme Muncul Jelang Pilkada dan Pilpres

KEPALA Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian merespons maraknya isu komunisme yang muncul belakangan ini. Menurut Tito, isu komunisme ...

Ist.
Beritabatavia.com - KEPALA Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian merespons maraknya isu komunisme yang muncul belakangan ini. Menurut Tito, isu komunisme sering mencuat menjelang pemilihan kepala daerah, pemilihan presiden, dan pada bulan September. Sebab, di bulan September 1965, terjadi peristiwa yang dikenal dengan nama G-30-S.

"Saya minta semua pihak menahan diri agar tidak mengangkat luka lama. Namun bukan berarti melupakan sejarah," kata Tito setelah pengukuhan warga kehormatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto di Auditorium Ukhuwah Islamiyah, Sabtu, 23 September 2017.

Tito menambahkan, isu komunisme saat ini menjadi isu yang sensitif. Hal tersebut bisa berdampak produktif, atau bahkan menjadi kontraproduktif, untuk stabilitas negara. "Negara lain sudah mulai bicara kompetisi negara. Artinya, negara yang solid di dalam akan mampu bersaing dengan negara lain," ujarnya.

Di tingkat global, Tito menilai ideologi komunisme sudah mulai meredup. Dia mencontohkan negara seperti Rusia dan Cina yang selama ini berpaham komunisme sudah mulai beralih ke kapitalisme.

Berpedoman pada TAP MPRS, Tito mengatakan pihaknya tidak segan melakukan penegakan hukum bila ditemukan aktivitas penyebaran paham komunisme di Indonesia. "Ya, disesuaikan dengan konteks saja," katanya.

Pengamat politik pertahanan dan keamanan, Hermawan Sulistyo, mengatakan isu PKI dan komunisme dianggap instrumen politik yang masih efektif di Indonesia. Banyak kelompok Islam yang menggunakan isu ini untuk menyerang eks PKI. Isu komunisme kembali muncul sehubungan dengan rencana TNI Angkatan Darat memutar film Pengkhianatan G 30S PKI. "Sementara itu, eks PKI sendiri juga banyak yang mau menghidupkan PKI. Ini yang jadi masalah," kata Hermawan Sulistyo

Penulis buku "Palu Arit di Ladang Tebu: Sejarah Pembantaian Massal yang Terlupakan" ini melanjutkan, sebenarnya isu komunisme sudah mati. "Orang bodoh yang mau percaya komunisme itu. Persoalannya, sebagai instrumen politik, isu itu masih efektif," kata Hermawan.

Menurut Hermawan, secara akademis masalah itu merupakan pelajaran buruk karena setiap bulan September isu PKI mengemuka kembali. "Bangsa ini seperti tidak pernah belajar." lontarnya seperti dilansir laman tempo.co

Isu komunisme mencuat sehubungan dengan rencana TNI Angkatan Darat memutar kembali film Pengkhianatan G 30 S PKI. TNI AD memberikan instruksi kepada seluruh jajarannya di daerah untuk mengajak masyarakat secara bersama-sama menonton film tersebut.

Sejarawan dari Universitas Indonesia, Susanto Zuhdi, menilai pemutaran film itu tak masalah dilakukan walaupun berbeda pesannya dengan era pemerintahan Orde Baru. "Kalau dulu semacam indoktrinasi atau semacam pembentukan opini, ada tujuan-tujuan Orde Baru," ujar dia. Sekarang, menurut Susanto, publik semakin kritis, film-film tandingan juga semakin banyak. "Dari segi ini pembelajaran sejarah jadi menarik." tambahnya. o tmp

Berita Lainnya
Senin, 04 Maret 2019
Sabtu, 02 Maret 2019
Jumat, 01 Maret 2019
Kamis, 28 Februari 2019
Selasa, 26 Februari 2019
Minggu, 24 Februari 2019
Jumat, 22 Februari 2019
Rabu, 20 Februari 2019
Selasa, 19 Februari 2019
Selasa, 19 Februari 2019
Senin, 18 Februari 2019
Sabtu, 16 Februari 2019