Senin, 25 September 2017

MUI: Menikah Siri Via Situs Nikahsirri.com Haram Hukumnya

MUI: Menikah Siri Via Situs Nikahsirri.com Haram Hukumnya

Beritabatavia.com - Berita tentang MUI: Menikah Siri Via Situs Nikahsirri.com Haram Hukumnya

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) menilai situs nikahsirri.com menjadi perbincangan masyarakat karena menjual lelang keperawanan atau janda dengan media ...

Ist.
Beritabatavia.com - MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) menilai situs nikahsirri.com menjadi perbincangan masyarakat karena menjual lelang keperawanan atau janda dengan media menikah siri merupakan bisnis zina terselubung.

"Menikah siri yang ditawarkan nikahsirri.com haram hukumnya. Ya haram. nikahsirri.com itu zina terselubung. Nikah kok dibisnis-bisniskan," lontar Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Hasanuddin AF di Jakarta, Senin (25/09/2017).

Layanan nikahsirri.com, sambung dia, hanya untuk kesenangan syahwat semata. Melelang keperawanan atau janda dengan media menikah siri bukan esensi dari sebuah pernikahan, yakni ibadah dan membina rumah tangga. "Itu bisnis kesenangan. Masa nikah ada tarif segini, perawan lebih mahal, bukan perawan lebih murah. Itu bukan tujuan esensi nikah, itu hanya untuk senang-senang. Jadi itu haram," ucapnya

Persoalan nikah siri, MUI sudah mengeluarkan fatwa bahwa nikah siri haram hukumnya jika menimbulkan mudarat dan tujuannya hanya untuk mencari kesenangan syahwat semata. Misalnya, ada pihak yang dizalimi seperti istri yang ditinggal begitu saja oleh suami usai sehari dua hari atau sebulan setelah menikah siri.

"Nikah siri menjadi haram kalau menimbulkann mudarat karena ada pihak-pihak yang dizalimi. Suami tidak bertanggung jawab, istri ditinggal begitu saja. Kalau niatnya benar untuk menikah tidak apa-apa, tapi kalau niatnya untuk senang-senang dan timbulkan mudarat maka nikah siri haram," ujar Hasanuddin.

MUI mengapresiasi langkah polisi yang menangkap pemilik nikahsirri.com, Aris Wahyudi serta Kementerian Komunikasi dan Informatika yang langsung memblokir situs tersebut.

Sementara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai nikahsiri.com merupakan pintu masuk perdagangan manusia modus baru. Tren nikah siri dan kontrak berpotensi menjadi pintu masuk perdagangan manusia. Bahkan trennya, muncul bentuk perdagangan manusia gaya lama, yang dimodifikasi melalui media sosial.

"Memang nikah siri merupakan bentuk pernikahan secara agama, tetapi bertentangan dengan UU Perkawinan. Belakangan, nikah siri bukan karena agama namun justru karena sejumlah faktor, di antaranya; faktor ekonomi, kepuasan seksual, wisata bahkan fatalnya, juga ditemukan kasus prostitusi atas nama nikah siri. Ini merupakan bentuk deligitimasi agama," ungkap Ketua KPAI, Susanto di Polda Metro Jaya yang membongkar situs Nikahsriri.com, Senin (25/9/2017).
 
KPAI mengutuk keras modus seperti ini karena berdampak serius bagi tumbuh kembang anak sekaligus menghancurkan masa depan anak. Saat ini publik dihebohkan dengan beredarnya informasi di media sosial tentang keberadaan akun www.nikahsirri.com. Informasi yg beredar di media akun tersebut diduga milik AW (49 tahun) warga Bekasi.

KPAI sedang mendalami keberadaan akun dimaksud. Info yg beredar, akun membuka layanan lelang keperawanan untuk kawin siri dan kontrak dengan syarat utama usia 14 tahun ke atas. Usia 14 tahun tentu masih usia anak yg wajib mendapatkan proteksi maksimal.  Klarifikasi terhadap pemilik akun merupakan langkah awal untuk mengetahui secara benar. Perdagangan orang, kata dia, dengan embel-embel apapun termasuk atas nama agama merupakan kejahatan yang harus kita waspadai.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Adi Deriyan mengatakan, baru dibuka selama lima hari sejak launching pada Selasa, 19 September 2017 lalu, situs nikahsirri.com sudah dikunjungi sebanyak 2700 klien. "Informasi yang kami dapat dari tim penyelidik, sudah ada 2700 klien yang masuk ke situs ini setelah dilaunching, 19 September," kata Adi.

Dalam nikahsirri.com ini penyelenggara membagi dua kategori untuk pelanggan yakni klien dan mitra. Kliennya adalah orang yang menggunakan aplikasi atau situs nikahsirri.com atau sebagai pengunjung. Sedangkan mitra adalah orang-orang yang telah mendaftar untuk siap dijadikan sebagai suami atau istri siri oleh klien, penghulu atau saksi.

"Setiap klien yang ingin masuk situs, maka harus membayar Rp 100 ribu. Setelah membayar, dari pihak situs akan memberikan username dan password-nya,” tuturnya. Usai diberikan username dan password maka klien bisa melihat daftar atau profil para mitra. Mitranya sudah 300 orang," tandas Adi.

Agus Wahyudi, pemilik situs nikahsirri.com ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan tindak pidana ITE dan atau Pornografi dan atau Perlindungan Anak dan atau Penyedia Jasa, Minggu, (24/9/2017) dini hari di kediamannya di Jalan Manggis, No A91 RT 01/10, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, saat tengah tertidur.

Dari rumah tersangka polisi juga mengamankan barang bukti diantaranya laptop, 4 topi berwarna Hitam bertuliskan PARTAI PONSEL, 2 kaos berwarna putih bertuliskan “Virgins Wanted”, dan 1 spanduk hitam bertuliskan Deklarasi Partai Ponsel Brutally Honest Political.

Agus dikenakan Pasal 4, Pasal 29 dan Pasal 30 UU No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi juncto Pasal 27, Pasal 45, Pasal 52 ayat (1) UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE. o bbs
Berita Lainnya
Rabu, 01 Mei 2019
Selasa, 30 April 2019
Senin, 29 April 2019
Minggu, 28 April 2019
Sabtu, 27 April 2019
Jumat, 26 April 2019
Rabu, 24 April 2019
Selasa, 23 April 2019
Senin, 22 April 2019
Sabtu, 20 April 2019
Sabtu, 20 April 2019
Sabtu, 20 April 2019