Beritabatavia.com -
Bukan hanya di kawasan Pondok Indah, Jakarta selatan saja para penukar uang receh bertebaran. Dikawasan kota tua, Jalan pintu Besar Utara, Jakarta barat belakangan juga mulai marak dengan penukar uang receh tersebut. Tapi tidak sebanyak di Pondok Indah, disini hanya berkisar 10-15 orang saja. Mereka berderet dari Museum Bank Mandiri sampai tikungan jalan Pintu Besar Utara.
Mereka membawa uang receh Rp 1000, dua ribu, Rp 5000 sampai Rp 10ribu baru. Paling banyak adalah uang receh Rp1000. Ya kami sesuaikanlah dengan lokasinya. Di kawasan ini paling banyak orang tukar uang Rp 1000 sampai 2000, jarang yang tukar Rp10ribu atau limaribuan, ujar Nurhayati, yang mengaku tinggal di Jelambar, Jakarta Barat. Dia mengaku upah yang diterimanya tergantung berapa banyak yang berhasil ditukarnya. Para pengendara motor yang melambat di kawasan itu menjadi sasaran mereka, bahkan para penumpang yang hendak turun di depan museum bank mandiri pun tidak luput dari incaran mereka.
Hal serupa juga terlihat di depan Museum Bank Indonesia. Nurhayati, mengaku setiap penukaran uang Rp 100 ribu dihargai Rp 105 ribu. Tapi karena berebut, ada yang berani menurunkan sampai Rp 104 ribu. Yah, lumayan, bisa dapat antara seratus ribu rupiah sehari, Dikawasan Gajah Mada, seorang penukar uang bisa mendapat sampai limaratus ribu rupiah sehari, tergantung jumlah uang yang ditukarkan oleh warga, ujarnya. Hal ini berlangsung sampai Lebaran nanti.
Salah satu alasan banyaknya orang menukar uang adalah uang baru ini masih licin, sehingga terlihat menarik di mata anak-anak, sehingga bisa digunakan untuk angpao lebaran.
Nurhayati menjamin uang yang ditawarkannya adalah uang asli, dengan cara menukarnya di Bank Indonesia. O brn