Kamis, 30 November 2017

Kerugian Investasi Bodong Tembus Rp105 Triliun

Kerugian Investasi Bodong Tembus Rp105 Triliun

Beritabatavia.com - Berita tentang Kerugian Investasi Bodong Tembus Rp105 Triliun

SATGAS Waspada Investasi mengutarakan praktik investasi bodong telah merugikan masyarakat hingga tembus Rp105,81 triliun selama 10 tahun terakhir. ...

Ist.
Beritabatavia.com - SATGAS Waspada Investasi mengutarakan praktik investasi bodong telah merugikan masyarakat hingga tembus Rp105,81 triliun selama 10 tahun terakhir. Sudah ada 132 badan usaha penawar investasi bodong yang dinyatakan ilegal dalam 10 tahun terakhir. Saat ini, 12 entitas di antaranya sedang disidik oleh kepolisian.

Kerugian terbesar disebabkan investasi bodong dilakukan Pandawa Group dengan kerugian Rp3,8 triliun dan korban 549 ribu orang. Urutan kedua kerugian ditawarkan Dream Freedom dengan total kerugian Rp3,5 triliun dengan korban 700 ribu orang.

"Penyebabnya banyak karena masyarakat mudah tergiur bunga tinggi. Masyarakat juga banyak yang belum paham investasi," ungkap  Tongam L. Tobing selaku Ketua Satgas Waspada Investasi Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Selain itu, sambung dia, Satgas juga menemukan modus investasi bodong yang memanfaatkan nama besar tokoh agama dan tokoh masyarakat. Penggunaan nama besar tokoh agama ini untuk menambah minat masyarakat. "Namun bahayanya pembohongan yang menggunakan pemuka agama dan tokoh publik ini bisa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap produk jasa keuangan," ujarnya.

Tongam menyebutkan kasus investasi bodong paling banyak terjadi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). "Banyak pelaku yang memanfaatkan akses internet untuk menawarkan investasi bodong, dan umumnya paling banyak terjadi di kota-kota besar yakni Jabodetabek," pungkasnya.

Sekitar 12 enitas penawar investasi bodong yang saat ini sedang diusut kepolisian, menurut Tongam, adalah Pandawa Group Depok, PT. Cakrabuana Sukses Indonesia, Dream For Freedom, PT. Compact Sejahtera Group, dan UN Swissindo. Kemudian, PT. Crown Indonesia Makmur, PT. Inti Benua Indonesia, Royal Sugar Company, Talk Fusion, First Travel, PT MI One Global Indonesia dan Wein Group Kupang. o kay



Berita Lainnya
Selasa, 05 Maret 2019
Senin, 04 Maret 2019
Sabtu, 02 Maret 2019
Jumat, 01 Maret 2019
Kamis, 28 Februari 2019
Selasa, 26 Februari 2019
Minggu, 24 Februari 2019
Jumat, 22 Februari 2019
Rabu, 20 Februari 2019
Selasa, 19 Februari 2019
Selasa, 19 Februari 2019
Senin, 18 Februari 2019