Jumat, 26 Januari 2018 11:33:40

Sejak 2008, Perawat Jerman Suntik Mati 97 Pasien

Sejak 2008, Perawat Jerman Suntik Mati 97 Pasien

Beritabatavia.com - Berita tentang Sejak 2008, Perawat Jerman Suntik Mati 97 Pasien

Seorang perawat di Jerman, Niels Hoegel, hadapi tuduhan telah melakukan pembunuhan terhadap 97 orang pasien. Jika nantinya dinyatakan terbukti, ...

    Sejak 2008, Perawat Jerman Suntik Mati 97 Pasien Ist.
Beritabatavia.com -
Seorang perawat di Jerman, Niels Hoegel, hadapi tuduhan telah melakukan pembunuhan terhadap 97 orang pasien. Jika nantinya dinyatakan terbukti, Hoegel menjadi pembunuh berantai paling mematikan di negara Jerman.

Dilansir independent, Rabu (24/1), aksi pembunuhan terhadap 97 pasien itu bukan yang pertama dituduhkan kepada Hoegel. Jumlah itu merupakan tuntutan tambahan untuk Hoegel yang diajukan jaksa pada Senin (22/1).

Terungkapnya kasus pembunuhan bermula di tahun 2008. Hoegel tertangkap dan dihukum 7,5 tahun penjara setelah mencoba membunuh pasien dengan suntikan.  Hoegel sebelumnya mengaku menyuntik pasien dengan obat-obatan untuk mengatasi gagal jantung.

Hal tersebut juga dilakukan untuk memamerkan keterampilan resusitasinya atau memulihkan kesadaran seseorang yang tampak mati akibat berhentinya fungsi jantung dan paru. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2015, terungkap bahwa Hoegel telah membunuh dua pasien. Hoegel lantas dijatuhi hukuman seumur hidup.

Ternyata jumlah korban pembunuhan Hoegel lebih dari itu. Jaksa mengatakan berdasarkan penyelidikan dan laporan toksikologi, Hoegel membunuh 35 pasien di Rumah Sakit Oldenburg dan 62 pasien di Rumah Sakit Delmenhorst, Jerman. Hoegel bekerja di rumah sakit Oldenburg dari tahun 1999 sampai 2002 dan di Delmenhorst dari tahun 2003 sampai 2005.

Menurut jaksa, seharusnya Hoegel menyadari obat-obatan yang disuntikkan kepada pasiennya memiliki efek lain. Mulai dari kemungkinan gangguan detak jantung hingga hipotensi.

Dari sudut pandang penuntutan, terdakwa Niels H menerima, setidaknya secara diam-diam, dalam semua kasus kematian pasien karena efek obat-obatan terlarang yang disuntikkannya, kata jaksa dalam sebuah pernyataan. 0 IND








Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 01 April 2026
Jumat, 27 Maret 2026
Minggu, 15 Februari 2026
Rabu, 21 Januari 2026
Jumat, 19 Desember 2025
Senin, 20 Oktober 2025
Minggu, 13 Oktober 2024
Kamis, 22 Agustus 2024
Senin, 24 Juni 2024
Minggu, 19 Mei 2024
Minggu, 21 April 2024
Jumat, 15 Maret 2024