Kamis, 15 Februari 2018

Eksepsi Terdakwa Fredrich Bantah Dakwaan Jaksa KPK

Eksepsi Terdakwa Fredrich Bantah Dakwaan Jaksa KPK

Beritabatavia.com - Berita tentang Eksepsi Terdakwa Fredrich Bantah Dakwaan Jaksa KPK

Tidak tanggung-tanggung Terdakwa Fredrich Yunadi menyiapkan 60 lembar halaman nota keberatan (eksepsi) untuk melawan surat dakwaan Jaksa KPK terkait ...

Ist.
Beritabatavia.com - Tidak tanggung-tanggung Terdakwa Fredrich Yunadi menyiapkan 60 lembar halaman nota keberatan (eksepsi) untuk melawan surat dakwaan Jaksa KPK terkait kasus merintangi penyidikan KPK atas mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto. Jadi dalam eksepsinya Fredrich membantah tududan Jaksa KPK.

"Dalam eksepsi itu, yang langsung dari Pak Fredrich hampir 37 halaman, kita 23 halaman," ucap pengacara Fredrich, Sapriyanto Refa, sebelum sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta  Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2018).

Sapriyanto mengatakan ada beberapa materi yang akan disampaikan salah satunya terkait penanganan perkara perintangan penyidikan yang ditangani Pengadilan Tipikor. Dia juga menyoal KPK yang terlalu jauh menyoal pelanggaran etika yang dilakukan Fredrich.

"Salah satu bahwa PN Tipikor nggak berwenang mengadili perkara itu. Masa kita etiket baik pengacara dalam melaksanakan tugasnya KPk yang menilai, itu wewenang organisasi Peradi," ujar Sapriyanto.

Dalam kasus ini jaksa KPK mendakwa Fredrich merintangi penyidikan KPK atas Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Fredrich diduga bekerja sama dengan dr Bimanesh Sutarjo merekayasa sakitnya Novanto.

Fredrich meminta Bimanesh membuat diagnosis beberapa penyakit, termasuk hipertensi, atas nama Novanto. Padahal Bimanesh belum pernah memeriksa kesehatan Novanto. 0 day

Berita Lainnya
Sabtu, 07 September 2019
Jumat, 06 September 2019
Selasa, 03 September 2019
Senin, 02 September 2019
Minggu, 01 September 2019
Sabtu, 31 Agustus 2019
Jumat, 30 Agustus 2019
Rabu, 28 Agustus 2019
Senin, 26 Agustus 2019
Minggu, 25 Agustus 2019
Jumat, 23 Agustus 2019
Selasa, 20 Agustus 2019