Selasa, 20 Maret 2018

Ketua PN Tangerang Diperiksa KPK

Ketua PN Tangerang Diperiksa KPK

Beritabatavia.com - Berita tentang Ketua PN Tangerang Diperiksa KPK

Ketua Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Tangerang Muhammad Damis dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, ...

Ist.
Beritabatavia.com - Ketua Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Tangerang Muhammad Damis dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Selasa (20/3/2018). Damis bakal diperiksa terkait kasus dugaan suap kepada hakim pengadilan Tangerang.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka WWN, rencananya hari ini jalani pemeriksaan. Selain Damis, satu Hakim PN Tangerang atas nama Yuferry F. Rangka juga masuk daftar pemeriksaann KPK." kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (20/3/2018).

Dua saksi lain untuk Hakim Wahyu, masing-masing Yusuf Supendi Hasyim (Advokat) dan Winarno (Wiraswasta), melengkapi penyidikan KPK hari ini dikasus yang berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut. "Pemeriksaan penyidik dikasus ini mulai menelisik dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan suap di Pengadilan Negeri Tangerang," sambungya.

Kemarin, Hakim PN Klas IA Khusus Tangerang Hasanuddin diperiksa penyidik KPK. "Kita menggali dan melihat bagaimana proses persidangannya atau keputusan itu diambil kita tahu kemaren itu sempat ada penundaan sidang," kata Febri.

Selain itu, penyidik kata Febri, juga mendapat informasi penting soal dugaan skenario penanganan persidangan di PN Tangerang. "Gugatan ini kalo dari informasi yang kita dapatkan posisi penggugat dan tergugat sebenarnya kan cukup jelas dan sejak awal diduga pihak panitera sudah menyampaikan informasi kepada kuasa hukum tergugat bahwa gugatan akan ditolak," ungkapnya.

Hal itulah yang jadi alasan KPK memanggil Hakim Hasanuddin kemarin."Kita perlu klarifikasi beberapa hal terkait itu," tandasnya.

Dalam kasus ini, empat orang sudah jadi tersangka, hakim salah satunya. Mereka adalah Hakim Wahyu, Panitera Pengganti Tuti dan dua Pengacara Agus Wiratno dan HM Saipudin.

Hakim Wahyu diduga menerima sejumlah uang melalui panitera yang sedang menangani kasus perdata. Hakim Wahyu diduga menerima suap sebesar Rp 30juta sebagai imbalan untuk pengurusan gugatan perkara wanprestasi di PN Tangerang.

Wahyu dan Tuti sebagai penerima diganjar pasal 12 huruf c atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Agus dan Sauipudin sebagai pemberi, disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Psal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHAP. 0 KPK

Berita Lainnya
Sabtu, 07 September 2019
Jumat, 06 September 2019
Selasa, 03 September 2019
Senin, 02 September 2019
Minggu, 01 September 2019
Sabtu, 31 Agustus 2019
Jumat, 30 Agustus 2019
Rabu, 28 Agustus 2019
Senin, 26 Agustus 2019
Minggu, 25 Agustus 2019
Jumat, 23 Agustus 2019
Selasa, 20 Agustus 2019