Rabu, 21 Maret 2018

Diapresiasi Polda Metro Tetapkan 5 Tersangka Nasabah Asuransi Allianz

Diapresiasi Polda Metro Tetapkan 5 Tersangka Nasabah Asuransi Allianz

Beritabatavia.com - Berita tentang Diapresiasi Polda Metro Tetapkan 5 Tersangka Nasabah Asuransi Allianz

Kasus pemalsuan data klaim yang dilakukan nasabah PT Allianz Life Indonesia, mendapat apresiasi dari  Kuasa Hukum PT Allianz Life Indonesia Eko ...

Ist.
Beritabatavia.com - Kasus pemalsuan data klaim yang dilakukan nasabah PT Allianz Life Indonesia, mendapat apresiasi dariĀ  Kuasa Hukum PT Allianz Life Indonesia Eko Sapta Putra juga management Asuransi asal Jerman. Apresiasi itu setelah Dirkrimsus Polda Metro Jaya menentapkan 5 nasabah Allians sebagai tersangka.

"Kami apresiasi kinerja Polri yang merespon laporan kami dengan nomor LP/5034/X/2017/ PMJ/DITRESKRIMUM tanggal 17 Oktober 2017. Dalam laporan kami ada empat nasabah Allianz melakukan pemalsuan klaim. Ternyata jumlah tersangka menjadi lima orang. Kami sendiri terkejut dengan jumlah tersangka membengkak," ungkap Eko didampingi Corporate Comunication Department PT Asuransi Allianz Life Indonesia Adrian Dosiwoda di Jakarta, Rabu (21/03/2018).

Semula, sambung Eko, ada empat nasabah Allianz yang dilaporkan. Mereka DI, AA, MW dan BW. Keempat nasabah dengan menggunakan data palsu mengklaim uang kesehatan sebesar Rp 100 juta lebih. Ternyata hasil pengembangan penyelidikan bertambah satu orang lain yakni Al yang sehari-hari berprofesi sebagai pengacara sekaligus penasehat hukum keempat tersangka itu,

Dilanjutkan, dasar utama kejadian ini dipolisikan karena ini adalah bukti komitmen Allianz untuk terus menjamin pelayanan maksimal. Salah satu yang dilakukan adalah melakukan deteksi dini terhadap terjadinya kecurangan yang kemungkinan dilakukan oleh nasabah yang tidak bertanggung jawab, khususnya dalam hal pengajuan klaim.

"Laporan ini semata-mata kami lakukan untuk melindungi dana dan kepentingan dari nasabah-nasabah kami yang beritikad baik. Ternyata kami menemukan nasabah yang berperilaku tidak baik, dengan membawa surat palsu bahkan surat rumah sakit pun dipalsukan," ujarnya.

Setelah diselidiki secara internal Allianz, terkuak ada yang tidak beres. Ditemukan adanya beberapa Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu yang tidak pernah tercatat atau diterbitkan oleh Dinas kependudukan dan Catatan Sipil.

"Ternyata KTP palsu tersebut digunakan oleh nasabah-nasabah yang pernah melakukan klaim asuransi yang tidak wajar. Kartu Tanda Penduduk palsu tersebut digunakan para tersangka untuk bergabung sebagai nasabah dan digunakan ketika mereka mengajukan klaim kepada Allianz," bebernya.

Eko melanjutkan terkait dengan tersangka pengacara AL memang tidak termasuk dalam daftar orang yang laporkan. Meskipun begitu, penyidik Polda Metro Jaya memiliki alasan sangat kuat atas keterlibatan AL dalam perkara ini. AL diduga kuat menjadi pihak yang turut membayar premi asuransi jiwa AA, dan selain itu, MW dan BW ternyata bekerja di PT. DI, di mana AL tercatat sebagai direkturnya.

"Jadi ternyata tidak hanya AL bertindak kuasa hukum para tersangka, ternyata AL juga merupakan selaku atasan dan disinyalir sebagai sponsor para tersangka. Saya punya dugaan kuat mereka ini komplotan sindikat spesialis membobol asuransi. Karena itu, jika ada perusahaan asuransi lainnya di Indonesia bila dirugikan dengan ulah mereka, ya laporkan," sarannya.

Corporate Comunication Department PT Asuransi Allianz Life Indonesia Adrian Dosiwoda menambahkan, Allianz Life bersama dengan industri asuransi serta otoritas memberikan perhatian yang sangat serius untuk melindungi konsumen terhadap tindakan-tindakan kecurangan yang dilakukan pihak-pihak tertentu demi mendapatkan keuntungan dari klaim asuransi.

"Selain itu upaya hukum yang diambil oleh Allianz Life adalah untuk melindungi reputasi serta nama baik Allianz Life atas pembuatan dan penyebaran berita bohong melalui media sosial. Allianz Life memastikan akan mengambil upaya hukum untuk menghentikan pembuatan dan penyebaran berita-berita bohong tersebut serta memastikan agar para pembuatnya memperoleh sanksi sesuai hukum dan Undang Undang yang berlaku," tandasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah menetapkan lima orang nasabah PT Asuransi Allianz Life Indonesia sebagai tersangka. Kelimanya diduga melakukan pemalsuan data berupa kartu identitas untuk mengajukan klaim ke Asuransi Allianz Life.

Penyelidikan dan penetapan tersangka setelah menerima laporan Allianz Life yang melaporkan klaim mencurigakan dengan laporan polisi nomor LP/5034/X/2017/PMJ/Dit. Reskrimum tanggal 17 Oktober 2017.

Hingga kini, Polda Metro Jaya masih mencari keberadaan kelima tersangka. Diduga kuat mereka menghilang setelah ditetapkan sebagai tersangka. dan Kabarnya Polda Metro Jaya mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO). 0 END




Berita Lainnya
Kamis, 08 Agustus 2019
Rabu, 07 Agustus 2019
Selasa, 06 Agustus 2019
Selasa, 06 Agustus 2019
Senin, 05 Agustus 2019
Sabtu, 03 Agustus 2019
Jumat, 02 Agustus 2019
Kamis, 01 Agustus 2019
Rabu, 31 Juli 2019
Rabu, 31 Juli 2019
Selasa, 30 Juli 2019
Senin, 29 Juli 2019