Kamis, 22 Maret 2018

Resahkan Masyarakat, Sindikat Pemalsu Meterai Ditangkap

Resahkan Masyarakat, Sindikat Pemalsu Meterai Ditangkap

Beritabatavia.com - Berita tentang Resahkan Masyarakat, Sindikat Pemalsu Meterai Ditangkap

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) akan memperketat fitur keamanan meterai alias cukai tempel. Upaya tersebut bertujuan ...

Ist.
Beritabatavia.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) akan memperketat fitur keamanan meterai alias cukai tempel. Upaya tersebut bertujuan mencegah aksi pemalsuan meterai. Tim Satuan Tugas Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Polda Metro Jakarta membongkar sindikat pemalsuan meterai. Aksi tersebut merugikan negara sekitar Rp 6,06 miliar.

Sindikat yang diketuai DJ itu menjual meterai tempel palsu melalui media daring. Meterai palsu dijual seharga Rp 1.500 per lembar dari harga asli Rp 6.000 per lembar. Tim Fismondev Polda Metro Jaya mencokok delapan orang tersangka dengan barang bukti 64.412 lembar meterai palsu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Prabowo Argo Yuwono menjelaskan, penjualan meterai palsu berlangsung selama tiga tahun terakhir melalui situs-situs marketplace, seperti Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee.

Polisi menetapkan sebelas orang sebagai tersangka. Saat ini delapan orang yang ditahan, sedangkan tiga lagi dinyatakan buron. "Ditemukan adanya pemalsuan meterai. Jadi ada dua meterai 3.000 dan 6.000 yang dijual dengan harga murah," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, Kamis (22/03/2018).

Hestu Yoga Saksama, Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak mengapresiasi Tim Fismondev Polda Metro Jaya yang telah menggulung sindikat pemalsu meterai. Agar kasus tak terulang, Ditjen Pajak dan Perum Peruri akan mendesain ulang meterai. "Fitur keamanan akan ditingkatkan agar tidak mudah dipalsukan," kata Hestu.

Sebenarnya, meterai yang beredar saat ini sudah memiliki banyak fitur keamanan. Seperti, motif roset blok berupa bunga di sebelah kanan bawah. Motif itu dapat berubah warna bila dimiringkan. Untuk meterai tempel nominal Rp 3.000, perubahannya dari hijau ke biru, sementara nominal Rp 6.000 perubahannya dari magenta ke hijau.

Setiap meterai juga memiliki 17 digit nomor seri berwarna hitam dan terdapat hologram di bagian kiri meterai. Perforasi bentuk bintang pada bagian tengah di sisi kiri dan. bentuk oval di sisi kanan dan kiri juga menjadi pengaman.

Hestu menambahkan, selain upgrade fitur pengaman, Ditjen Pajak dan PT Pos Indonesia sebagai distributor resmi meterai tempel akan memperketat pengawasan. Tim berjanji lebih intensif memantau ke daerah-daerah guna mendeteksi kemungkinan peredaran meterai palsu.

Ditjen Pajak juga berharap peran aktif masyarakat mencegah peredaran meterai tempel palsu. "Masyarakat yang menemukan informasi meterai palsu bisa menghubungi Kring Pajak 1500200 atau melapor ke kantor polisi terdekat," kata Hestu berpromosi.

Diakuinya maraknya materai palsu yang beredar saat ini telah meresahkan publik, karenanya pihak Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam membeli materai. "Materai asli memiliki mikro teks, ada nomor serinya kemudian ada hologram," tuturnya.

Cetakan meterai asli akan terasa kasar bila diraba, sedangkan yang palsu terasa halus. Selain itu, tinta pada meterai asli akan memudar jika terkena sinar ultraviolet. "Yang palsu dikasih ultraviolet, lempeng saja," tukasnya.

Diingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan harga meterai yang murah. Tidak ada harga meterai 3.000 di bawah Rp 3.000 dan harga meterai 6.000 di bawah Rp 6.000. "Kantor Pos tidak pernah menjual harga meterai dengan harga segitu. Kalau ada yang menjual di bawah harga itu sudah pasti palsu, laporkan saja," ujarnya. 0 BAIM


Berita Lainnya
Jumat, 04 Oktober 2019
Jumat, 04 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Rabu, 02 Oktober 2019
Selasa, 01 Oktober 2019
Senin, 30 September 2019
Minggu, 29 September 2019
Jumat, 27 September 2019
Kamis, 26 September 2019
Rabu, 25 September 2019
Selasa, 24 September 2019