Beritabatavia.com -
Tanggul sementara di lingkungan RT 01/12, Kel. Bintaro, Pesanggrahan Jakarta Selatan yang dibuat dengan tanah dan pasir dalam karung tak kuat menahan lajunya air luapan air Kali Pesanggrahan yang datang dari Depok dan Bogor akibat hujan sejak Selasa siang (14/9).
Tanggul sementara yang dikerjakan warga dan jajaran Kodim Jaksel dan Pemkot Jaksel ternyata tak kuat menahan lajunya air yang berasal dari wilayah Bogor dan Depok. Akibatnya, air luapan air Kali Pesanggrahan menggenanggi rumah warga sekitar 50 Cm yang berada di lingkungan RT 01/12, Kel. Bintaro, Pesanggrahan.
Sebagian besar warga yang tak pulang mudik atau baru pulang mudik berlebaran di kampung sibuk mengangkat barang berharga agar tak terkena air luapan Kali Pesanggrahan, kata Lurah Bintaro Lasimin, Selasa petang (14/9).
Menurut dia, air memang mulai terlihat naik ke permukaan kali sejak Pk. 18:00 usai hujan sejak siang hingga sore. Namun, sekitar Pk. 18:30 tanggul buatan atau sementara yang terbuat dari tumpukan tanah dan pasir dalam karung tak kuat menahan sehingga jebol dan air membanjiri rumah warga sekitar.
Air dari Kali Pesanggrahan tak begitu tinggi atau kuat tapi air dari sodetan Kali Pondok Indah yang membuat tanggul sementara tak kuat menahan beban tersebut sehingga membuat tanggul jebol.
Ketinggian air dalam rumah warga sekitar sekarang ini, tambah dia, mencapai 50 Cm. Air luapan sodetan Kali Pondok Indah yang membuat tanggul jebol, tuturnya.
Warga KecewaNy. Nunung, warga RW 012 Kel. Bintaro, mengatakan sejak jebolnya tanggul
sebulan lalu warga sudah meminta Pemda DKI maupun pemerintah pusat
memperbaiki tanggul jebol.
Masalah ini sebetulnya sudah disampaikan warga ke Walikota Jaksel maupun Gubernur DKI agar secepatnya ditangani atau diperbiaki secara serius. Alasannya, karena banjir kiriman tak bisa diprediksi. jika kawasan Bogor dan Depok hujan air tentunya akan melimpah ruah dan selalu membuat banjir kiriman ke kawasan Jakarta Selatan, ujarnya kecewa.
Sementara itu, warga di sejumlah lingkungan Kompleks IKPN dan Deplu Bintaro serta RW 01 dan 06 Kel. Pesanggrahan juga ikut terkena imbas banjir luapan air sodetan Kali Bintaro maupun Pesanggrahan setinggi 50 Cm hingga 1 meter.
Kami usai berlebaran ke famili di Bogor saat pulang ke rumah usai hujan sekitar Pk. 18:20 mendadak air di gang atau jalan masuk rumah sudah mencapai sedengkul, kata Yadi, warga RW 06, Kel. Pesanggrahan.
Banjir ini, tambah dia, biasanya hanya beberapa jam saja karena air terus mengalir kea rah Jakarta Barat sehingga warga menyebutnya banjir lintasan atau hanya lewat saja serta ketinggian air di rumah hanya 50 Cm.
Lurah Bintaro Lasimin, maupun Lurah Pesanggrahan Saodji, mengakui ada beberapa RW di lingkungannya kebanjiran akibat luapan air Kali Pesanggrahan dan sodetan kali Pondok Indah akibat hujan sejak siang hingga malam atau sekitar Pk. 20:00. Mereka mengaku hanya bisa menyediakan standar operasional jika terjadi banjir.
Penangganan selalu siap sedia mulai dari dapur umum, posko kesehatan dan lainnya, ujarnya. Yang jelas air ini biasanya hanya melintas saja jika kawasan Bogor tak lagi hujan. O brn