Beritabatavia.com -
Ratusan rumah di Jakarta Timur juga terendam banjir yaitu di Kelurahan Cipinang Melayu, Halim Perdanakusumah, serta Makasar. Banjir sudah menggenangi rumah warga sejak pukul 01.00 dini hari. Bahkan, luapan Kali Sunter yang melintasi wilayah tersebut tak hanya menggenangi rumah warga, tapi juga badan jalan.
Di Kelurahan Cipinang Melayu, tepatnya di RW 03 dan 04, banjir menggenangi sekitar 800-an rumah warga dengan ketinggian mencapai 50-100 sentimeter. Genangan terparah terdapat di RT 01-05 RW 04 dan RT 10-15 RW 03. Demikian halnya di Kelurahan Makasar, hampir seluruh pemukiman di bantaran Kali Sunter hingga kini masih digenangi air setinggi 100 sentimeter.
Banjir datang dari jam 01.00 dini hari tadi dan sampai sekarang masih menggenangi rumah kami. Tapi sejauh ini belum ada warga yang mengungsi dan umumnya warga bertahan di rumahnya masing-masing sambil membenahi barang-barang elektronik agar tidak terendam banjir, ujar Lukman, warga RT 03/04 Cipinang melayu, Rabu (15/9).
Ketua RW 04 Cipinang melayu, Ervan, mengaku heran mengapa banjir masih saja terjadi di wilayahnya. Padahal, saat ini Kanal Banjir Timur (KBT) sudah difungsikan dan kali Sunter mengalir ke KBT tersebut. Akibatnya, warga pun kini mengeluh dan harus bersusah payah untuk mengamankan barang-barang berhaganya miliknya. Bahkan saat Lebaran kemarin, sebagian pemukiman warga digenangi air setinggi 50 sentimeter. Jelas ini mengganggu kenyamanan warga yang sedang merayakan Lebaran, ujar Ervan.
Untuk mengantisipasi jika banjir terus terjadi hingga malam hari, pihaknya kini telah menyiapkan sekretariat RW untuk dijadikan tempat pengungsian warga. Sebab lokasinya berada di dataran yang lebih tinggi dari daerah lainnya.
Camat Makasar, Makum, mengakui saat ini banjir masih menggenangi sebagian wilayah di Kelurahan Makasar, Halim Perdanakusuma, dan Cipinangmelayu. Namun sejauh ini pihaknya belum mengirimkan bantuan logistik kepada korban banjir karena belum ada warga yang mengungsi. Meski begitu, pihaknya juga telah menyiapkan posko pengungsian di masing-masing wilayah banjir. Posko tersebut akan digunakan jika banjir itu masih terjadi hingga malam hari nanti.
Kali Sunter saat ini airnya masih tinggi dan meluap ke pemukiman warga di bantaran kali. Namun warga belum ada yang mengungsi sehingga bantuan logistik belum didistribusikan, tandasnya. O bjc/brn