Minggu, 22 Juli 2018

Napi Koruptor Rencana Dikirim ke Nusakambangan

Ist.
Beritabatavia.com - Kementerian Hukum dan HAM membuka kemungkinan lembaga pemasyarakatan (lapas) Nusakambangan dijadikan penjara untuk narapidana koruptor. Syaratnya, narapidana koruptor dikategorikan sebagai yang beresiko tinggi atau high risk.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami mengatakan saat ini pihaknya sedang membangun lapas Nusakambangan berkategori high risk atau dikhususkan bagi para narapidana beresiko tinggi dengan kapasitas 550 orang.

"Kalau dianggap koruptor itu sebagai high risk, nanti akan ditempatkan di sana. Akan ditempatkan di Karanganyar, kita punya di NK Gunung Sindur, yang sudah siap untuk itu," kata dia, saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Sabtu (21/7) malam.

Namun, Sri menegaskan diperlukan penilaian yang tepat sebelum menempatkan tahanan di lapas dengan pengamanan maksimum tersebut.
"Kami pernah bersurat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu terkait penempatan napi koruptor dalan satu lapas, seperti di Lapas Sukamiskin. Surat sudah kami kirimkan kepada KPK supaya tidak ada ekslusivisme. Beberapa lapas sudah kami tunjuk," ujarnya.

Menkumham Yasonna Laoly, kata Puguh telah memerintahkan kepada bawahannya agar mulai Senin, 23 Juli 2018 besok melakukan pembersihan fasilitas-fasilitas lapas yang tidak sesuai standar di seluruh Indonesia.

Pada Kamis (26/7), Yasonna disebutnya akan memberikan pengarahan kepada seluruh kepala divisi PAS, kepala kapas, dan kepala rutan se-Indonesia. "Tentu ini menjadi momentum untuk melakukan pembenahan sebaik-baiknya terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi di jajaran permasyarakatan," tutup dia. 0 CIO

Berita Lainnya
Jumat, 28 Desember 2018
Kamis, 20 Desember 2018
Rabu, 19 Desember 2018
Selasa, 18 Desember 2018
Sabtu, 15 Desember 2018
Jumat, 14 Desember 2018
Selasa, 11 Desember 2018
Senin, 10 Desember 2018
Minggu, 09 Desember 2018
Jumat, 07 Desember 2018
Jumat, 07 Desember 2018
Kamis, 06 Desember 2018