Minggu, 22 Juli 2018 10:44:36

Pengamat: Mafia dan Kartel Pangan Masih Kuat

Pengamat: Mafia dan Kartel Pangan Masih Kuat

Beritabatavia.com - Berita tentang Pengamat: Mafia dan Kartel Pangan Masih Kuat

Pengamat Ekonomi Pertanian senior, HS Dillon menilai, pasar masih dikuasai mafia dan kartel pangan. Orientasinya impor demi keuntungan besar. Banyak ...

   Pengamat: Mafia dan Kartel Pangan Masih Kuat Ist.
Beritabatavia.com - Pengamat Ekonomi Pertanian senior, HS Dillon menilai, pasar masih dikuasai mafia dan kartel pangan. Orientasinya impor demi keuntungan besar. Banyak yang pihak yang mendapatkan keuntungan dengan impor pangan. Alhasil, mereka ingin Indonesia tetap bergantung kepada produk impor.

Pasar masih dikuasai kartel dan mafia yang cenderung menginginkan impor, agar mendapatkan keuntungan yang besar, kata Dillon melalui keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (22/07/2018).

Menurut Dillon, program Kementerian Pertanian yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan modernisasi pertanian guna menumbuhkan ekonomi dan pertanian lokal, perlu dukungan seluruh pihak. Baru pada periode pemerintahan ini, infrastruktur dan mekanisasi untuk efisiensi produksi pertanian, mulai dipikirkan, lontarnya.

Dilanjutkan, program Kementerian Pertanian (Kementan) yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan modernisasi pertanian untuk menumbuhkan ekonomi dan pertanian lokal perlu didukung semua pihak. Sebab, selama ini pemerintah lupa memajukan pertanian melalui pembangunan infrastruktur dan modernisasi.

Pembangunan infrastruktur dan modernisasi saat ini, lanjut dia, sangat penting untuk petani kecil. Dilon sangat menyayangkan kondisi pasar komoditas pertanian yang banyak diintervensi mafia pangan. Pasar masih dikuasai kartel dan mafia yang cenderung menginginkan impor agar mendapatkan keuntungan yang besar, ujarnya.

Menurut Dillon, ekonomi pasar pertanian nasional sudah diintervensi oleh berbagai kepentingan, sehingga rakyat dikorbankan. Dalam sektor pertanian, kata dia, banyak pihak yang berkepentingan untuk mendapatkan keuntungan impor komoditas pangan. Mereka ingin Indonesia tergantung terhadap produk pangan Impor, ujar Dillon.

Dillon meminta masyarakat memahami kondisi pasar Indonesia yang dikuasai kartel dan mafia. Semua masyarakat harus paham bahwa liberalisasi perdagangan harus disikapi dengan hati-hati. Termasuk di sektor pangan untuk menjaga kedaulatan pangan. Potensi pangan lokal kita perlu dikembangan dengan melihat spesifikasi wilayah, ujarnya. 0 BAM


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 13 Mei 2020
Rabu, 22 April 2020
Jumat, 17 April 2020
Jumat, 27 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Sabtu, 01 Februari 2020
Kamis, 23 Januari 2020
Rabu, 22 Januari 2020
Senin, 20 Januari 2020
Sabtu, 18 Januari 2020
Kamis, 16 Januari 2020
Rabu, 15 Januari 2020