Selasa, 24 Juli 2018 11:26:56

KPK Periksa Lagi Inneke Koesherawati

KPK Periksa Lagi Inneke Koesherawati

Beritabatavia.com - Berita tentang KPK Periksa Lagi Inneke Koesherawati

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil artis Inneke Koesherawati. Dia akan diusut terkait kasus dugaan suap fasilitas sel dan izin ...

 KPK Periksa Lagi Inneke Koesherawati Ist.
Beritabatavia.com -
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil artis Inneke Koesherawati. Dia akan diusut terkait kasus dugaan suap fasilitas sel dan izin di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Inneke Koesherawati diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AR (Andri Rahmat), kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (24/07/2018).

Pantauan di lokasi, istri dari tersangka Fahmi Darmawansyah sudah hadir di markas Lembaga Antirasuah. Inneke yang mengenakan kemeja terusan berwarna hitam dengan dibalut hijab abu-abu menolak berkomentar dan buru-buru masuk ke lobi.

Selain Inneke, penyidik juga turut mengagendakan pemeriksaan terhadap dua saksi lain, yakni Direktur PT Laju Maju Sejahtera Anita Selviana Nayaon dan sales counter Rina Yuliana. Kedua saksi akan diperiksa untuk tersangka yang sama.

KPK sudah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan suap terkait fasilitas narapidana korupsi di Lapas Sukamiskin. Mereka adalah Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, Hendy Saputra selaku staf Wahid, napi korupsi Fahmi Darmawansyah, dan napi umum Andi Rahmat selaku tangan kanan Fahmi.

Wahid diduga telah menerima dua unit mobil, yakni Mitsubishi Triton Exceed dan Mitsubishi Pajero Sport Dakar, serta uang senilai Rp279.920.000 dan USD1.410. Pemberian itu diduga imbalan dari Fahmi yang mendapatkan fasilitas sel kamar di Lapas Sukamiskin.

Atas perbuatannya, Kalapas Sukamiskin dan stafnya selaku penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.
 
Fahmi dan Andi Rahmat selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. 0 MTV





Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 15 Januari 2020
Selasa, 14 Januari 2020
Senin, 13 Januari 2020
Minggu, 12 Januari 2020
Sabtu, 11 Januari 2020
Jumat, 10 Januari 2020
Kamis, 09 Januari 2020
Selasa, 07 Januari 2020
Senin, 06 Januari 2020
Minggu, 05 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Senin, 30 Desember 2019