Selasa, 31 Juli 2018 16:21:21

Bom Mobil Meledak di Filipina, 11 Orang Tewas

Bom Mobil Meledak di Filipina, 11 Orang Tewas

Beritabatavia.com - Berita tentang Bom Mobil Meledak di Filipina, 11 Orang Tewas

Sebuah bom mobil meledak dan menewaskan 11 orang lainnya, Selasa (31/7). Ledakan terjadi di pos pemeriksaan militer di Filipina selatan. Para ...

  Bom Mobil Meledak di Filipina, 11 Orang Tewas Ist.
Beritabatavia.com -

Sebuah bom mobil meledak dan menewaskan 11 orang lainnya, Selasa (31/7). Ledakan terjadi di pos pemeriksaan militer di Filipina selatan. Para pejabat menuduh serangan dilakukan oleh militan ISIS.

Seorang juru bicara militer mengatakan, korban tewas di antaranya pelaku, tentara, lima paramiliter dan empat warga sipil. Korban sipil termasuk seorang ibu dan anaknya. Adapun korban luka berjumlah tujuh orang.

Ledakan itu terjadi di Pulau Basilan. Saat itu pasukan keamanan menghentikan kendaraan dan berbicara kepada sopir van. Sopir yang hanya sendiri di van itu kemungkinan yang meledakkan bom.

Basilan adalah benteng kelompok Abu Sayyaf dan merupakan rumah dari mantan pemimpin ISIS di Asia Tenggara. Pemimpin ISIS itu dibunuh pasukan Filipina tahun lalu setelah perburuan lebih dari 15 tahun.

Pengeboman kendaraan sangat jarang terjadi di Filipina meskipun kekerasan separatis dan kelompok garis keras telah mengguncang wilayah Mindanao. Seorang tentara yang diwawancarai di radio DZMM mengatakan, pengemudi berbicara dalam dialek yang tidak dikenal.

Namun, juru bicara militer Kolonel Edgard Arevalo mengatakan, pasukan keamanan sedang menyelidiki dan tidak ada dasar sejauh ini untuk menyimpulkan bahwa insiden itu adalah pengeboman bunuh diri atau dilakukan oleh orang asing.

Basilan adalah daerah yang tidak boleh dikunjungi bagi sebagian besar orang Filipina. Negara-negara Barat biasanya memperingatkan warga untuk menjauh karena Abu Sayyaf dan serangan militer militan.

Abu Sayyaf terkenal sering menyandera nelayan dan kru kapal komersial. Mereka tak segan memenggal kepala tawanan Barat yang tebusannya tidak dibayar. Presiden Rodrigo DuterteĀ  telah menawarkan pembicaraan damai dengan beberapa faksi Abu Sayyaf.

Penawaran Duterte datang dua hari setelah ia menyetujui undang-undang yang akan mengizinkan minoritas Muslim di wilayah itu untuk menciptakan daerah otonom baru dengan kekuatan politik dan ekonominya sendiri.

Juru bicaranya, Harry Roque, mengutuk pemboman dan pembunuhan warga sipil. Ia menyebut penggunaan kekuatan ilegal, bahkan pada saat konflik bersenjata.

Senator Risa Hontiveros menyebut serangan itu sebagai tindakan pengecut. Ia berharap seranganĀ  tidak menggagalkan upaya muslim di wilayah itu untuk menciptakan otonomi mereka. 0 BAM



Berita Lainnya
Rabu, 07 Oktober 2020
Selasa, 06 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020
Sabtu, 03 Oktober 2020
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020
Kamis, 17 September 2020
Rabu, 16 September 2020
Jumat, 04 September 2020
Kamis, 03 September 2020
Senin, 31 Agustus 2020
Jumat, 28 Agustus 2020