Selasa, 14 Agustus 2018 12:35:47

BKPM: Penyerapan Tenaga Kerja Sangat Baik

BKPM: Penyerapan Tenaga Kerja Sangat Baik

Beritabatavia.com - Berita tentang BKPM: Penyerapan Tenaga Kerja Sangat Baik

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengklaim serapan tenaga kerja tetap tinggi. Kendati investasi melambat pada kuartal II/2018. Realisasi ...

 BKPM: Penyerapan Tenaga Kerja Sangat Baik Ist.
Beritabatavia.com -
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengklaim serapan tenaga kerja tetap tinggi. Kendati investasi melambat pada kuartal II/2018. Realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada kuartal II/2018 adalah sebesar 289.843 orang.

Perinciannya, penyerapan tenaga kerja di proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 133.602 orang dan proyek Penanaman Modal Asing (PMA) 156.241 orang. Jumlah ini lebih besar jika dibandingkan kuartal sebelumnya, yang sebanyak 201.239 orang. Namun, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan kuartal II/2017 yang menyentuh 345.323 orang.

Meskipun pertumbuhan investasi melambat, investasi tetap masih dapat menyerap tenaga kerja Indonesia langsung cukup besar, papar Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M. Azhar Lubis di Jakarta, Selasa (14/8).

Di sisi lain, Azhar melihat banyak peluang-peluang usaha yang juga dapat menyerap tenaga kerja Indonesia dengan jumlah besar sebagai akibat adanya kegiatan investasi di suatu daerah (multiplier effect).

Dari fakta ini, BKPM memahami peluang tenaga kerja terampil di Indonesia semakin terbuka lebar dengan masuknya kegiatan investasi berbasis teknologi. Realisasi investasi dari dalam dan luar negeri mencapai Rp176,3 triliun pada kuartal II/2018 atau menurun 3,1% secara year-on-year (yoy) dari Rp170,9 triliun periode yang sama tahun lalu.

Meski PMDN tumbuh 32,1% secara yoy menjadi Rp80,6 triliun, tapi PMA menyusut 12,9% menjadi Rp95,7 triliun. Realisasi investasi paling besar di PMA dan PMDN pada kuartal II/2018 adalah di sektor pertambangan dengan nilai Rp 28,2 triliun.

Selanjutnya, sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi dengan capaian Rp 25,6 triliun. Kemudian, sektor Listrik, Gas dan Air sebesar Rp20,8 triliun.

Berdasarkan lokasi proyek, investasi paling besar terjadi di DKI Jakarta dengan besaran Rp29,9 triliun. Disusul oleh Jawa Barat yang nilainya Rp22,2 triliun dan Jawa Timur dengan Rp16 triliun. 0 BIS
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 13 Mei 2020
Rabu, 22 April 2020
Jumat, 17 April 2020
Jumat, 27 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Sabtu, 01 Februari 2020
Kamis, 23 Januari 2020
Rabu, 22 Januari 2020
Senin, 20 Januari 2020
Sabtu, 18 Januari 2020
Kamis, 16 Januari 2020
Rabu, 15 Januari 2020