Selasa, 21 Agustus 2018

Siswa SMK di Jaksel Dianiaya Kakak Kelas

Siswa SMK di Jaksel Dianiaya Kakak Kelas

Beritabatavia.com - Berita tentang Siswa SMK di Jaksel Dianiaya Kakak Kelas


RW, seorang siswa kelas X di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jakarta Selatan diduga mengalami kekerasan dari kakak kelasnya. RW ...

Ist.
Beritabatavia.com -
RW, seorang siswa kelas X di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jakarta Selatan diduga mengalami kekerasan dari kakak kelasnya. RW harus dilarikan ke Rumah Sakit Graha Permata Ibu, Jalan Raya Beji, Kota Depok, oleh pihak keluarga.

Menurut informasi yang dihimpun dari sepupu korban bernama Bobby mengalami pendarahan di bagian limpa hingga akhirnya harus menjalani operasi. "limpanya pecah, dia pendarahan dan limpah ini harus diangkat, dioperasi. Itu yang paling parah," kata Bobby saat ditemui di Rumah Sakit, Selasa (21/8).

Dijelaskan, RW baru saja pindah dari Papua. Bobby menduga jika RW menjadi korban bullying oleh kakak tingkatnya beberapa hari sebelum perayaan Hari Ulang Tahun ke-73 RI. Meski demikian, Bobby enggan menyebut secara rinci nama sekolah tempat sepupunya menimba ilmu tersebut. "Sepupu saya dipanggilah sama kakak kelasnya ke lantai dua. Dikira mau disuruh ikut lomba," jelas Bobby.

Ternyata di sebuah ruangan korban telah ditunggu sejumlah kakak kelasnya yang langsung menyuruh RW push up, dengan maksud ditatar dan memperoleh beberapa tindakan kekerasan.  "Perutnya diinjak, dipukul ke arah muka. Yang paling parah itu di perut karena sampai pendarahan di bagian limpanya. Di bagian pinggang dan perut juga kelihatan disitu memar," beber Bobby.

Menurut Bobby, setelah melakukan aksi tersebut, para pelaku juga sempat mengancam agar tidak melaporkan kejadian yang dialaminya kepada siapapun. Khawatir dengan kondisi korban, kemudian pihak korban membawanya ke rumah sakit. Dan dari hasil pemeriksaan rekam medis, limpa korban mengalami pendarahan.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga membuat laporan ke kantor polisi. "Kata dokter limpanya sudah pecah dan harus dioperasi. Sekarang adik saya masih terbaring lemah. Kita sudah laporin ke polisi. Kami sudah maafin tapi kami harap ada keadilan. Pihak sekolah juga harus bertanggung jawab. Ini masalah serius jangan sampai ada korban yang lain," pungkas Bobby. 0 NIZ

Berita Lainnya
Senin, 12 Agustus 2019
Minggu, 11 Agustus 2019
Sabtu, 10 Agustus 2019
Jumat, 09 Agustus 2019
Jumat, 09 Agustus 2019
Kamis, 08 Agustus 2019
Rabu, 07 Agustus 2019
Selasa, 06 Agustus 2019
Selasa, 06 Agustus 2019
Senin, 05 Agustus 2019
Sabtu, 03 Agustus 2019
Jumat, 02 Agustus 2019