Sabtu, 01 September 2018

Takut Istri Selingkuh, WN Mesir Lakukan KDRT

Takut Istri Selingkuh, WN Mesir Lakukan KDRT

Beritabatavia.com - Berita tentang Takut Istri Selingkuh, WN Mesir Lakukan KDRT

Warga Negara Mesir bernama Khaled Mustafa Hasan (33) diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Novawaty (48), karena ...

Ist.
Beritabatavia.com - Warga Negara Mesir bernama Khaled Mustafa Hasan (33) diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Novawaty (48), karena dibayang-bayangi ketakutan akan perselingkuhan.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan berdasarkan keterangan yang disampaikan Khaled, ia selalu merasa ketakutan akan perselingkuhan yang berisiko dilakukan Novawaty. Padahal, Khaled hanya mendengar informasi dari rekan-rekannya yang menyebut jika orang Indonesia gemar berselingkuh.

"Dia dari teman-temannya bilang orang Indonesia katanya kecenderungan suka selingkuh. Dia dihantui terus pikirannya, sehingga dia selalu mencurigai istrinya. Padahal, istrinya enggak ada buktinya juga setelah dibuka handphone-nya juga," ujar Kapolres Indra, Sabtu (01/09/2019)

Meski demikian, Indra mengatakan informasi yang didapat aksi KDRT itu juga berkaitan dengan password wifi milik Novawaty yang tidak diberikan kepadanya. Namun, sambungnya, hal itu masih dalam penyelidikan apakah benar atau tidak.

Sementara itu berdasarkan tes urine yang telah dilakukan, Indra menjelaskan Khaled tidak positif narkotika apapun. Artinya, dia melakukan KDRT itu dalam keadaan sadar.

Meski status Khaled adalah WN Mesir, ia harus tetap mengikuti aturan hukum di Indonesia terkait KDRT. Proses hukum kepadanya juga masih berlangsung hingga kini. "Yang kita cek resmi (soal kewarganegaraan) tetapi kalau pidana dia enggak ada alasan tetap ikut sini (aturan hukum Indonesia)," tuturnya.

Saat kejadian, Khaled seperti gelap mata memukuli istrinya Novawaty. Dia memukuli menggunakan gagang sapu berkali-kali ke seluruh badan istrinya hingga gagang sapu tersebut patah. Khaled kembali mengambil gagang pel dan memukul berkali-kali hingga gagangnya patah.

Tak berhenti sampai di situ, Khaled mengambil pisau di dapur dengan tujuan menusuk Novawaty. Sang istri sempat memohon kepada Khaled supaya tidak menusuknya. Beruntung, tindakan itu tak terjadi karena dering panggilan dari ponsel Khaled.

Mendapat panggilan telepon yang tak diketahui dari siapa, Khaled pun pergi selama beberapa jam. Namun, sekembalinya pulang Khaled melanjutkan penyiksaan terhadap Novawaty. Tak cuma dengan gagang sapu dan besi, Novawaty juga dipukul dengan tangan kosong di bagian kepala. Bahkan Khaled tega menusuk-nusuk paha dan pinggang Novawaty menggunakan pulpen. Khaled juga menyayat lengan kanan Novawaty dengan pisau plastik.

Penganiayaan itu terjadi hingga Selasa (28/8) dini hari. Baru pada Selasa pagi itu dia punya kesempatan untuk keluar dan melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporannya terdaftar dengan nomor LP/1582/VIII/2018/PMJ/RJS tertanggal 28 Agustus 2018. Polisi menindaklanjuti laporan itu. Sekitar 24 jam kemudian pada Rabu (29/8) polisi meringkus Khaled. 0 CNN


Berita Lainnya
Senin, 12 Agustus 2019
Minggu, 11 Agustus 2019
Sabtu, 10 Agustus 2019
Jumat, 09 Agustus 2019
Jumat, 09 Agustus 2019
Kamis, 08 Agustus 2019
Rabu, 07 Agustus 2019
Selasa, 06 Agustus 2019
Selasa, 06 Agustus 2019
Senin, 05 Agustus 2019
Sabtu, 03 Agustus 2019
Jumat, 02 Agustus 2019