Rabu, 05 September 2018 15:54:12

Rupiah Terpuruk Akibat Faktor Eksternal Bertubi-Tubi

Rupiah Terpuruk Akibat Faktor Eksternal Bertubi-Tubi

Beritabatavia.com - Berita tentang Rupiah Terpuruk Akibat Faktor Eksternal Bertubi-Tubi

Nilai rupiah masih belum beranjak dari level Rp 14.900 per dollar AS. Mengutip data Bloomberg, pagi ini pukul 09.15, rupiah di pasar spot berada di ...

   Rupiah Terpuruk Akibat Faktor Eksternal Bertubi-Tubi Ist.
Beritabatavia.com - Nilai rupiah masih belum beranjak dari level Rp 14.900 per dollar AS. Mengutip data Bloomberg, pagi ini pukul 09.15, rupiah di pasar spot berada di level 14.962 per dollar AS. Terkait pelemahan rupiah, Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara.

Saat ini pemerintah terus melakukan koordinasi di sektor fiskal dan moneter untuk mengatasi pelemahan rupiah terhadap dollar AS.
Ini kunci utama untuk menstabilkan nilai tukar. Kunci (koordinasi) itu ada dua, di investasi yang harus meningkat dan ekspor yang harus meningkat juga, kata kepala negara di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/9).

Keduanya dinilai bisa menyelesaikan defisit transaksi berjalan. Kalau ini selesai, itu akan menyelesaikan semuanya.  Bahkan untuk hal ini, Presiden memberikan target kepada para menterinya agar dalam satu tahun bisa menyelesaikan defisit transaksi berjalan. langkah-langkah yang sudah dilakukan pemerintah untuk hal tersebut di antaranya penerapan B20 yang sudah mulai berjalan per bulan ini.

Presiden berpendapat, hal ini bisa mengurangi impor minyak. Perkiraan kita bisa hemat US$ 5-6 miliar. Kemudian kalau CPO kita pakai sendiri untuk B-20 maka suplai ke pasar turun, sehingga kami harapkan harga CPO juga naik. Ini sudah merangkak naik, jelas dia.

Kedua, peningkatan muatan lokal (TKDN) di proyek-proyek pemerintah. Bahkan, kata Presiden hal ini akan juga disampaikan kepada swasta agar lokal konten diperhatikan. Kalau kita bisa pakai semuanya komponen dalam negeri akan ada penghematan US$ 2-3 miliar, kata Presiden.

Menurutnya, pelemahan rupiah yang saat ini mendekati angka Rp15.000/dollar AS, bukan hanya dialami Indonesia. Paling penting, kita harus waspada dan hati-hati. Ini adalah faktor eksternal yang bertubi-tubi, baik yang berkaitan dengan kenaikan suku bunga di Amerika, yang berhubungan dengan perang dagang AS China, maupun yang berkaitan dengan krisis di Turki dan Argentina, jelasnya.

Presiden menegaskan dirinya selalu melakukan koordinasi di sektor fiskal, moneter, industri, dan dengan pelaku-pelaku usaha, karena koordinasi yang kuat akan menjadi kunci sehingga jalannya segaris semuanya. kini pemerintah memproses dan sudah berjalan mandatory Biodiesel 20 (B20) yang berlaku per 1 September 2018. Kebijakan ini diyakini Presiden akan mengurangi impor minyak yang tidak sedikit. Perkiraan kita hampir 5 miliar dollar AS, ujarnya.

Selain itu, kalau CPO (minyak kelapa sawit) akan dipakai sendiri untuk B20, menurut Presiden, nantinya suplai ke pasar akan menjadi naik, sehingga diharapkan harga CPO juga akan merangkak naik.

Sementara terkait pemakaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Presiden Jokowi telah meminta kepada kementerian, swasta, terutama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar pemakaian local content ini betul-betul diperhatikan. Kalau semuanya bisa menggunakan komponen dalam negeri, Presiden Jokowi meyakini, akan ada penghematan 2-3 miliar dolar AS," harapnya. 0 ERZ
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 13 Mei 2020
Rabu, 22 April 2020
Jumat, 17 April 2020
Jumat, 27 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Sabtu, 01 Februari 2020
Kamis, 23 Januari 2020
Rabu, 22 Januari 2020
Senin, 20 Januari 2020
Sabtu, 18 Januari 2020
Kamis, 16 Januari 2020
Rabu, 15 Januari 2020