Rabu, 12 September 2018 13:00:03

CBC: Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi

CBC: Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi

Beritabatavia.com - Berita tentang CBC: Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi

Center for Banking Crisis (CBC) menilai Perekonomian Indonesia lebih unggul ketimbang kondisi perekonomian negara berkembang lain seperti India, ...

 CBC: Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi Ist.
Beritabatavia.com - Center for Banking Crisis (CBC) menilai Perekonomian Indonesia lebih unggul ketimbang kondisi perekonomian negara berkembang lain seperti India, Turki, dan Argentina. Regulasi sektor keuangan Indonesia lebih rapi dan sinkron. Jadi, tidak perlu kekhawatiran krisis moneter 1998 bakal terulang di 2018.

Indonesia merupakan negara paling sinkron dalam kebijakan menjaga stabilitas sektor keuangan, dibandingkan dengan Amerika Serikat, papar President Director Center for Banking Crisis (CBC), Deni Daruri, dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (12/9)/

Deni menyebut Presiden AS Donald Trump berupaya agar nilai dolar AS melemah. Namun, gubernur bank sentral AS justru menciptakan kebijakan moneter yang membuat dolar AS menguat. Sehingga, upaya Trump untuk meningkatkan daya saing perekonomian Amerika Serikat menjadi tidak terwujud.

Hal yang sama juga terjadi di India, Turki, dan Argentina di mana selalu terlihat adanya perbedaan yang cenderung berlawanan antara kebijakan moneter, keuangan, dan fiskal, katanya.

Di India, Argentina, dan Turki, lanjutnya, kebijakan moneter tidak peduli dengan pelemahan mata uangnya. Padahal, defisit dalam anggaran pendapatan dan belanja jauh lebih besar ketimbang Indonesia. Sementara itu harmonisasi kebijakan di Indonesia justru semakin mantap dengan terpilihnya Ketua OJK dan Gubernur BI yang baru-baru ini, papar Deni.

Bank Indonesia (BI), kata dia, berencana menaikkan suku bunga acuan (BI-7 Days Repo Reserve Rate) ketika Turki mengalami devaluasi mata uang lira. Selain itu, pemerintah Indonesia juga mengerem impor barang konsumsi dan barang modal untuk kebutuhan konsumsi. Pemakaian biofuel serta upaya peningkatan ekspor seperti ekspor batubara merupakan upaya kebijakan yang harmonis yang tidak terlihat di Amerika Serikat, Turki, Argentina, dan India.

Deni menjelaskan perekonomian Indonesia saat ini jelas berbeda dengan 1997. Kini, OJK telah menjalankan pengendalian risiko alokasi kredit dengan seksama dengan memantau tiga variable utama yaitu peningkatan standar pemberian kredit (lending standards), peningkatan hambatan kredit (credit constrains), serta peningkatan harga resiko (price of risk).

Upaya peningkatan dari price of risk dan peningkatan lending standards terbukti mampu menetralisir peningkatan risk appetite sehingga peningkatan credit demand dan peningkatan credit supply hanya meningkatkan credit volume dan tidak meningkatkan risiko dari alokasi kredit (riskiness of credit allocation), paparnya. 0 NIZ
Berita Lainnya
Rabu, 05 Mei 2021
Minggu, 02 Mei 2021
Jumat, 09 April 2021
Senin, 05 April 2021
Minggu, 28 Maret 2021
Jumat, 19 Maret 2021
Senin, 15 Maret 2021
Jumat, 12 Maret 2021
Jumat, 26 Februari 2021
Selasa, 23 Februari 2021
Sabtu, 13 Februari 2021
Rabu, 06 Januari 2021