Senin, 17 September 2018

Jenderal Hoegeng Orang Baik & Orang Penting (bag 3)

Jenderal Hoegeng Orang Baik & Orang Penting (bag 3)

Beritabatavia.com - Berita tentang Jenderal Hoegeng Orang Baik & Orang Penting (bag 3)

Kebahagiaan adalah buah dari sesuatu yang melalui proses dari sesuatu. Disinilah tataran kebahagian yang tidak terbeli karena bukan dalam ukuran ...

Ist.
Beritabatavia.com - Kebahagiaan adalah buah dari sesuatu yang melalui proses dari sesuatu. Disinilah tataran kebahagian yang tidak terbeli karena bukan dalam ukuran standar materi. Hoegeng Iman Santoso, sosok seorang polisi, yang juga seorang seniman pernah menjadi kapolri setidaknya bisa dijadikan ikon atau simbol Polisi Sipil. Hoegeng memang pernah dicekal, pernah dilarang hadir pada Hut Bhayangkara, para pejabat Polri takut dan menyingkir dari Hoegeng. Jangankan mengidolakan mendekatpun takut.

Suatu ketika ada yang memesan lukisan kepada Hoegeng, saat sudah selesai dan akan dibayar, pemesan meminta menghilangkan nama Hoegeng dalam kanvas lukisannya. Hoegemg berkata tidak jadi karena belipun tak mengapa, daripada saya harus menghapus nama saya. Ia seniman (pelukis dan penyanyi sekaligus pemain musiknya), penyiar radio, hoby dalam komunikasi, penyayang binatang, tak neko-neko yang dipikirkannya adalah kemajuan bagi Polri. Sikap dan keteladannya memang patut dibanggakan dalam implementasi tugas Polri.
 
Istri dan anak-anaknyapun tak jarang menjadi korban idealismenya. Apa yang dilakukan Hoegeng memberikan makna penerapan prinsip-prinsip polmas walau secara konseptual belum ditulisnya.
Spirit Hoegeng Iman Santoso.

Polisi sebagai kumpulan orang baik yang bertugas, menjaga kehidupan, membangun peradaban dan pejuang kemanusiaan. Awal konsep ini saya lontarkan banyak yang mencibir bahkan seolah tak percaya bahkan ada petinggi polri yang mendebat saya apa dasarnya? Salah seorang ketua sebuah LSM mengatakan kalau polisi sebagai pejuang kemanusiaan itu belum bisa karena kenyataanya masih banyak yang tidak sesuai bahkan mengecewakan katanya. Saya diam saja, saya renung-renungkan mengapa sulit sekali mengajukan motto atau ikon  yang dapat untuk mengerem penyimpangan-penyimpangan polisi dan tentu juga untuk menyadarkan peran dan fungsi polisi yang sebagaimana seharusnya.

Padahal yo ra mateni lho yo ora ngrugekne kok yo angel, jare pingin polisi apik tapi diwenehi coro gawe apik malah ngelek elek. Duh ... Gusti nyumwun pngapunten ndalem mbok bilih ingkang kenthir-kenthir meniko dipun paringi kasarasan, menawi mboten saged saras kerso o panjenengan pundhut ke mawon tinimbang ngriwuh-ngriwuh i.

Tatkala itu kuingat Hoegeng Iman Santoso, sosok polisi yang layak dijadikan ikon walaupun belum banyak polisi yang tahu apalagi bangga padanya. Hoegeng memang bukan dewa tetapi setidaknya yang dia lakukan setidaknya mempunyai spirit :
1. Sadar, bangga dan bertanggungjawab sebagai polisi
2.Tulus hati dan bukan safety player
3.Sederhana dan tidak materialistis
4.Memahami dan memaknai hidup sebagai bagian dari kehidupan orang lain jadi ada tenggang rasa.
5. Mencintai lingkungan dan satwa-satwanya.
6. Patuh dan taat aturan.
7.Menyeimbangkan antara kerja polisi dengan seni dan berbudaya.
8.Tegas namun humanis.
9.Berani menolak suap yang diberikan dari para pelaku kejahatan
10.Memilih berhenti daripada menghianati hati nuraninya

Menjadi polisi memang perlu kesadran, tanggungjawab dan kebanggaan, tanpa spirit apa yang telah Hoegeng  tunjukan dan tanpa nyali yang kuat  dapat dipastikan akan dilibas situasi. Hanyut dalam gelombang korupsi dan arus KKN, yang hilang sudah jatidiri dan harga diri walau semua didalihkan karena sesuap nasi.

Pada saat Polri  mengalami krisis yang kompleks, setidaknya spirit Hoegeng menjadi suatu energi baru dan kesegaran dalam kekeringan dan kehausan akan ikon-ikon yang patut dibanggakan dan diunggulkan. O DR.Chryshnanda DL


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 17 September 2018
Senin, 17 September 2018
Senin, 17 September 2018
Sabtu, 25 Agustus 2018
Sabtu, 25 Agustus 2018
Senin, 06 Agustus 2018
Jumat, 27 Juli 2018
Rabu, 18 Juli 2018
Rabu, 11 Juli 2018
Jumat, 25 Mei 2018
Selasa, 22 Mei 2018
Senin, 21 Mei 2018