Jumat, 16 April 2010 01:11:31

Polisi Jangan Cari Kesugihan (2)

Polisi Jangan Cari Kesugihan (2)

Beritabatavia.com - Berita tentang Polisi Jangan Cari Kesugihan (2)

Meminjam istilah RomoMangun Wijaya, ada beberapa katagori polisi yang potensi memperburuk citra Polri. Katagori polisi itu adalah disebut sebagai ...

Polisi Jangan Cari Kesugihan (2) Ist.
Beritabatavia.com - Meminjam istilah RomoMangun Wijaya, ada beberapa katagori polisi yang potensi memperburuk citra Polri. Katagori polisi itu adalah disebut sebagai polisi yang bekerja untuk kepentingan penguasa, dan  polisi yang hanya untuk mencari kesugihan (kekayaan) atau uang serta polisi yang  sekedar menjadi polisi tapi tidak berhati nurani.

Apabila institusi Polri tetap membiarkan polisi yang masih termasuk dalam tiga katagori tersebut. Maka, citra polri tidak akan bisa membaik, justru akan jauh lebih buruk. Karena, polisi yang bekerja demi kepentingan orang yang sedang  berkuasa, akan menghalalkan segala cara, yang penting asal bapak atau ibu senang (ABS atau AIS). Polisi itu tidak akan mempedulikan apakah tindakannya manusiawi, kontra produktif atau tidak. Bahkan tidak peduli jika tindakannya akan merusak citra Polri.

Komisaris Besar (Kombes) DR Chrysnanda Dwilaksana membeberkan tiga model polisi yang hingga saat ini masih terus bercokol di tubuh Polri.Model  pemolisian seperti yang cenderung melakukan pendekatan kekuasaan atau penguasaan. Biasanya melakukan penekanan yang membebani masyarakat. Dia tidak melakukan pendekatan kinerja, tetapi dengan cara pendekatan pribadi.

Menurutnya, polisi berkarakter seperti itu loyalitasnya hanya ke atas. Dan selalu berfikir hanya agar bapak atau ibu senang. Model polisi itu sangat berkaitan dengan polisi yang bekerja untuk mencari kekayaan atau keuntungan pribadi maupun kelompok. " Orieantasinya jabatan, yang dapat dikatakan ‘basah’ dengan kewenangan melakukan upaya paksa, kontrol maupun sebagai pemberi perijinan," kata Kombes Chrysnanda.

Pria peraih gelar Doktor bidang ilmu kepolisian ini melanjutkan, polisi yang loyalitasnya hanya ke atas cenderung tidak peduli organisasi. Saat sedang menjabat dalam posisi strategis, akan menari-nari di atas penderitaan orang lain. Bahkan, dapat merong-rong kewibawaan dan kekayaan negara. Model ini mirip dengan para pencari pesugihan (kekayaan), segala cara dihalalkan dan segala cara dilakukan demi untung, untung, dan untung secara materi.

Habis manis sepah di buang, itulah istilah yang digunakannya. Karena setelah  tidak ada gunanya pasti akan ditinggalkanya, meskipun mantan pimpinanya atau orang-orang yang pernah mendukung dan didukungnya.

Namun, setelah tidak ada kewenangan dan kekuasaan, dilirikpun tidak, bahkan langsung dihapus dari memorinya.

Kombes DR Chrysnanda juga ingatkan agar menjadi polisi jangan hanya sekadar polisi yang  pasrah dengan keadaan, dan tidak mau belajar. Sehingga tak mampu bersaing dengan cara-cara yang despotik. Karena tak memiliki modal dan keahlian, akhirnya   sungkem sana- sungkem sini.

Menurutnya, polisi seperti ini hanya akan menjadi polisi 703, atau apel jam tujuh, tidak ada yang dikerjakan atau nol, kemudian hilang jam tiga. Sama sekali tidak ada inisiatif, apalagi tanggung jawab.

Mereka juga hanya memiliki semangat emang gua pikirin (EGP), bahkan  hidup segan mati tak mau. Diperintah tak mau, diberi tugas tak mampu, sehingga polisi seperti ini menjadi benalu di tubuh Polri.Menurut Kombes Chrysnanda, model polisi seperti itu, tentu tidak ada mamfaatnya bagi mayarakat apalagi bangsa dan negara. Secara umum, Polri juga akan dirugikan. Akibatnya, Polri akan menanggung  sosial cost yang  amat tinggi, yaitu kehilangan kepercayaan dari masyarakat dan akhirnya akan ditinggalkan, bahkan bila ada kesempatan akan dihancurkan. Kedepan, Chrysnanda berharap, tidak ada lagi polisi yang menjadi bom waktu yang siap meledak, tinggal menunggu detonatornya saja. Edison siahaan

Berita Lainnya
Jumat, 25 September 2026
Rabu, 23 September 2026
Senin, 21 September 2026
Kamis, 17 September 2026
Selasa, 15 September 2026
Selasa, 15 September 2026
Senin, 14 September 2026
Senin, 14 September 2026
Sabtu, 12 September 2026
Jumat, 11 September 2026
Jumat, 11 September 2026
Kamis, 10 September 2026