Minggu, 30 September 2018 09:45:58

Pasca Gempa Tsunami Palu, Warga Jarah Minimarket dan SPBU

Pasca Gempa Tsunami Palu, Warga Jarah Minimarket dan SPBU

Beritabatavia.com - Berita tentang Pasca Gempa Tsunami Palu, Warga Jarah Minimarket dan SPBU

Beberapa warga korban gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, menjarah mini market yang ada di sekitar kota. Penjarahan terjadi karena belum ...

 Pasca Gempa Tsunami Palu, Warga Jarah Minimarket dan SPBU Ist.
Beritabatavia.com - Beberapa warga korban gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, menjarah mini market yang ada di sekitar kota. Penjarahan terjadi karena belum meratanya pasokan bantuan kebutuhan pokok ke para pengungsi bencana gempa dan tsunami Palu yang terjadi pada Jumat lalu.

Menurut pantauan, warga terlihat menjarah minimarket Alfamidi di kawasan Jalan Veteran. Warga bergerombol membuka pintu Alfamidi dan mengambil barang-barang. Ambil makanan, makanan bayi-bayi, kata salah seorang penduduk yang turut mengambil barang, Sabtu, 28 September 2018.

Setidaknya ada empat lima market yang jadi lokasi penjarahan warga. Antara lain Alfamidi di Jalan Veteran, Jalan Yos Soedarso, Jalan Abdurrahman Saleh. Selain itu, ada pula minimarket warga yang juga dijarah di Jalan Yos Soedarso.

Selain menjarah kebutuhan pokok, masyarakat juga menjarah beberapa SPBU di Palu. Warga menjarah SPBU untuk mendapatkan bahan bakar yang akan digunakan untuk kendaraan.

Beberapa SPBU yang dijarah warga berada di dua titik yakni pertama di Jalan M. Yamin sekitar 500 meter dari rumah jabatan Gubernur Sulawesi Tengah. SPBU kedua terletak di Jalan R.A Kartini.

Penjarahan juga terjadi di Ramayana, Jalan Emmy Saelan. Penduduk banyak menjarah toko sepatu dan pakaian yang berada di pusat perbelanjaan tersebut. Mereka tidak memperdulikan kondisi bangunan itu yang sudah hampir ambruk akibat gempa.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,4 skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada pukul 17.02. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berada di 0.18 Lintang Selatan dan 119.85 Bujur Timur atau 27 kilometer timur laut Donggala.

Hingga Sabtu malam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah ada 405 korban meninggal. Selain itu, 500 orang diperkirakan luka-luka akibat gempa dan tsunami Palu. Bangunan rusak yakni rumah, kantor, fasilitas publik. 0 TMP


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 17 September 2020
Rabu, 16 September 2020
Jumat, 04 September 2020
Kamis, 03 September 2020
Senin, 31 Agustus 2020
Jumat, 28 Agustus 2020
Jumat, 21 Agustus 2020
Kamis, 20 Agustus 2020
Minggu, 16 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020
Jumat, 07 Agustus 2020
Kamis, 06 Agustus 2020