Selasa, 02 Oktober 2018 13:03:19

Rambu Peringatan Tertib ETLE Dipasang

Rambu Peringatan Tertib ETLE Dipasang

Beritabatavia.com - Berita tentang Rambu Peringatan Tertib ETLE Dipasang

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama dengan Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta melakukan pemasangan rambu ...

Rambu Peringatan Tertib ETLE Dipasang Ist.
Beritabatavia.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama dengan Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta melakukan pemasangan rambu peringatan wilayah tertib electronic traffic law enforcement (ETLE), Selasa (2/10). Pemasangan ETLE dilakukan di ruas Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin.

Kami telah lakukan pengecekan di lapangan, dan sudah kami pasang di dua titik, kata Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakkan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Selasa.

Rambu yang bertuliskan Anda memasuki kawasan pemberlakuan tilang elektronik diawasi CCTV ETLE, patuhi peraturan berlalu lintas telah dipasang di Bundaran Senayan dan Simpang Sarinah. Di masing-masing titik tersebut dipasang dua rambu. Rencananya sore ini akan dipasang di Harmoni dan Patung Kuda, jelas Budiyanto.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusuf mengatakan petugas memasang kamera pemantau guna mengawasi kendaraan yang melanggar di sepanjang Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Pusat.

Uji coba tilang elektronik tersebut mengandalkan kamera pemantau berteknologi canggih yang mampu menangkap layar (capture) nomor polisi kendaraan secara jelas dan memiliki resolusi tinggi buatan Cina. Alat tersebut secara otomatis dapat mencari dan menangkap layar identitas kendaraan yang melanggar lalu lintas.

Sementara Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan, uji coba electronic traffic law enforcement (ETLE) atau tilang elektronik mulai diberlakukan per hari ini. Namun, ia belum mau menjelaskan lebih lanjut bagaimana pengerahan personelnya di lapangan.

Uji coba ini juga dilakukan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat. Selama diberlakukannya uji coba selama satu bulan ini, kepolisian belum memberikan sanksi tilang. Untuk sistem yang lainnya pun masih terus digodok oleh Ditlantas Polda Metro Jaya.

Yusuf menjelaskan, sejak diberlakukan hari ini, jumlah pelanggar akan diketahui pada Selasa (2/10). Sejauh ini, closed-circuit television (CCTV) sudah dipasang di sejumlah titik sepanjang Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, hingga Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.

Selain itu, sejak Senin (1/10), setiap pemilik kendaraan wajib memasukkan alamat surat elektronik (e-mail) dan nomor ponsel saat pembuatan maupun perpanjangan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Itu dilakukan agar sistem tilang elektronik dapat langsung terhubung dengan para pelanggar lalu lintas.

Ia memberikan salah satu contoh pelanggaran, yakni kendaraan yang menerobos ketika lampu lalu lintas masih menyala merah. Data ini secara otomatis tersimpan di server Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya. Langkah selanjutnya, setelah tertangkap kamera CCTV, data akan dianalisis oleh petugas TMC atau petugas analisis TMC.

Analisis tersebut untuk memastikan data yang ada di nomor polisi yang tertangkap kamera CCTV dengan data kendaraan bermotor yang dimiliki TMC Polda Metro Jaya. Ketika data kendaraan sesuai antara nomor polisi dan data yang bisa dilihat dari jenis kendaraannya serta warna kendaraannya, bisa dipastikan data tersebut valid, petugas akan menerbitkan surat dan formulir konfirmasi.

Surat konfirmasi ini bertujuan memastikan bahwa memang benar si pemilik adalah pengemudinya pada saat peristiwa pelanggaran terjadi. Antara penerbitan surat konfirmasi dikirimkan sampai dengan batas waktu untuk pemilik kendaraan mengonfirmasi siapa pengendaranya yaitu 10 hari.

Dengan estimasi tiga hari adalah proses pengiriman dari kantor pos ke alamat, kemudian diterima ke alamat, lalu tujuh hari adalah masa pemilik kendaraan memberikan klarifikasi atau mengonfirmasi siapa yang sebenarnya pengemudi yang terekam melakukan pelanggaran, ujar Yusuf.

Contoh surat konfirmasi yang dikirimkan kepada pelanggar, berisi waktu, tempat, dan jam kejadian pelanggaran, lalu jenis pelanggaran, nomor polisi kendaraan pelanggar serta jatuh tempo pembayaran denda tilang. Sementara, untuk formulir konfirmasi, berisi data lengkap pemilik kendaraan yang melanggar hingga tangkapan foto yang berisi jam dan detik pelanggaran.

Ini adalah contoh surat dan formulir konfirmasi. Ada nama, nomor polisi berapa, pelanggarannya apa, ada capture foto di detik berapa, jam berapa, ada di sini, termasuk nomor STNK. Kalau tidak ada konfirmasi dari pemilik, akan kita blokir. Blokir ini dari STNK, ungkap Yusuf sembari memperlihatkan surat dan formulir konfirmasi ETLE.

Setelah dikonfirmasi oleh pemilik kendaraan, kepolisian akan menerbitkan surat tilang yang juga dikirimkan ke alamat kendaraan. Jadi, kepolisian memberikan waktu 17 hari untuk pelanggar melakukan denda tilang sebelum pemblokiran STNK.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Sigit Widjatmoko memastikan akan memasang rambu pendahulu petunjuk jurusan (RPPJ) mengenai tilang elektronik. Rambu dimaksudkan sebagai alat sosialisasi bagi masyarakat mengenai kebijakan tilang elektronik.

Sigit menjelaskan, mengenai sosialisasi penerapan tilang elektronik, pihaknya dimintai bantuan dengan menyiapkan rambu petunjuk. Sementara belum terpasang, pihaknya menggunakan VMS karena penerapan tilang elektronik telah dimulai.

VMS itu, kata dia, yang akan memberikan tanda dan informasi bahwa di area Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat telah diterapkan tilang elektronik. Dengan begitu, masyarakat tahu bahwa area itu diterapkan penegakan hukum secara elektronik.

Prosedur penegakan hukumnya pun, kata dia, juga akan berubah, yaitu dari manual ke elektronik. Jadi, uji cobanya lebih kepada itu, bukan uji coba seperti kebijakan ganjil-genap. Karena, kalau kita langgar marka, itu pelanggaran, kata Sigit.

Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, CCTV tilang elektronik akan bekerja sendiri sesuai sensor yang telah diatur kepolisian. Budiyanto mengatakan, uji coba pada malam hari telah dilakukan pada Ahad (30/9), pukul 01.31 WIB, yang terekam dalam kamera berdurasi 10 detik.

Sebelum, saat, dan sesudah terjadi pelanggaran dapat terekam dalam server tilang elektronik untuk selanjutnya diberikan surat dan formulir konfirmasi penilangan. Selain mampu semakin terang di waktu gelap, kamera ini mampu merekam kendaraan dengan maksimal kecepatan 300 kilometer per jam. Artinya, seluruh pelanggaran akan terpantau dengan keberadaan kamera ini.

Kamera akan capture tiga proses. Kenapa pelanggaran itu prioritas? Karena menjadi penyebab kecelakaan dan kemacetan terutama malam hari. Kamera otomatis sudah punya sistem itu, sensor virtual kalibarasi garis dan triger ke lampu merah, ujar dia.

Polda Metro Jaya sudah menerapkan uji coba tilang elektronik mulai 1 Oktober 2018 dengan memasang kamera CCTV di sejumlah ruas jalan Ibu Kota, seperti di simpang Patung Kuda, simpang Sarinah, dan simpang Kebon Sirih, Jakarta Pusat. 0 REO



Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 02 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Senin, 30 Desember 2019
Rabu, 25 Desember 2019
Selasa, 24 Desember 2019
Minggu, 22 Desember 2019
Jumat, 20 Desember 2019
Rabu, 11 Desember 2019
Selasa, 10 Desember 2019
Senin, 09 Desember 2019
Sabtu, 07 Desember 2019
Kamis, 05 Desember 2019