Minggu, 18 November 2018 09:18:34

Ngeri, 5,9 Juta Anak Jadi Pencandu Narkoba

Ngeri, 5,9 Juta Anak Jadi Pencandu Narkoba

Beritabatavia.com - Berita tentang Ngeri, 5,9 Juta Anak Jadi Pencandu Narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) mendata sebanyak 5,9 juta anak Indonesia merupakan pecandu narkoba. Mengerikan memang. Dari angka itu 24 persen di ...

   Ngeri, 5,9 Juta Anak Jadi Pencandu Narkoba Ist.
Beritabatavia.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) mendata sebanyak 5,9 juta anak Indonesia merupakan pecandu narkoba. Mengerikan memang. Dari angka itu 24 persen di antaranya merupakan pelajar Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. Jumlah ini benar-benar sangat miris dan tragis.

Masalah penyalahgunaan narkoba merupakan pekerjaan rumah bersama yang penyelesaiannya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Ini pekerjaan rumah kita bersama, semua elemen bangsa harus bergandengan tangan mengatasinya, tidak bisa dikerjakan sendiri, kata
Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Sri Danti Anwar dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Ahad (18/11).

Pemerintah melalui BNN sedang menyosialisasikan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ke seluruh lapisan masyarakat. Termasuk, yang ada di kabupaten/kota, jelas Danti.

Dalam kasus penyalahgunaan narkoba oleh anak, ia mengatakan, peran keluarga menjadi yang paling utama. Sebab, keluarga menjadi pihak pertama dan paling dekat yang bisa mengawasi dan melindungi anak dari bahaya narkoba. Keluarga berperan penting dalam upaya menyelamatkan masa depan 87 juta anak Indonesia dan masa depan bangsa dari ancaman narkoba.

BNN juga melaporkan Indonesia kini menjadi negara dengan tingkat kedaruratan narkoba yang cukup tinggi. Hal itu ditandai dengan angka pengguna narkoba dan angka kematian akibat narkoba yang cukup tinggi. Saat ini sekitar 2,2 persen dari total 262 juta jiwa penduduk Indonesia, telah terkontaminasi narkoba.

Padahal secara internasional, suatu negara dinyatakan darurat narkoba jika 2 persen penduduknya telah mengkonsumsi narkoba.Bahkan sebayak 37-40 orang di Indonesia, meninggal dunia setiap harinya akibat dampak buruk narkoba. Secara tak langsung, tapi sebagian besar meninggal karena penyakit yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi narkoba, papar Deputi Pemberantasan pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Irjen Pol Arman Depari.

Selain Jakarta, lanjut dia, Pantai Timur Sumatera menjadi daerah yang pling rawan peredaran narkoba. Mulai dari Aceh hingga lampung. Penyebabnya, masih banyak pelabuhan-pelabuhan tikus yang menjadi sasaran masuknya narkoba dari luar negeri. Sasaran yang paling besar, daerah transit yang paling banyak, adalah Sumut, karena banyaknya pelabuhan ilegal dan juga pegawasan di garis pantai kita yang relatif lemah, ungkapnya.

BNN sudah melakukan koordinasi antar instansi. Sayangnya, instansi lain belum menjadikan pemberantasan narkoba sebagai agenda utama. Banyak instansi yang belum satu visi. Kita berupaya kerja sama, dari bea cukai, angkatan laut, kementrian kemaritiman, kementrian perikanan, mungkin ini kelihatannya belum begitu padu. BNN tak punya peralatan lengkap. Apalagi BNN walaupoun sekarang menjadi leading sector, tetapi belum menjadi sentral of command, katanya.

Pihaknya tidak menampik kalau BNN dengan instansi lainnya belum punya perpaduan apik untuk memberantas narkoba. Ini memang belum padu, dan masih ada ego-ego sektoral. Ini yang akan kami padukan, termasuk dengan para civitas akademika, pungkasnya. 0 ERZ
Berita Lainnya
Rabu, 07 Oktober 2020
Selasa, 06 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020
Sabtu, 03 Oktober 2020
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020
Kamis, 17 September 2020
Rabu, 16 September 2020
Jumat, 04 September 2020
Kamis, 03 September 2020
Senin, 31 Agustus 2020
Jumat, 28 Agustus 2020