Rabu, 21 November 2018 10:31:09

FSP BUMN & BUN Ancam Kepung Kantor BIN

FSP BUMN & BUN Ancam Kepung Kantor BIN

Beritabatavia.com - Berita tentang FSP BUMN & BUN Ancam Kepung Kantor BIN

Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu dan FSP Perkebunan Negara (BUN) menyampaikan reaksi keras atas pernyataan yang disampaikan Badan ...

FSP BUMN & BUN Ancam Kepung Kantor BIN  Ist.
Beritabatavia.com - Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu dan FSP Perkebunan Negara (BUN) menyampaikan reaksi keras atas pernyataan yang disampaikan Badan Intelijen Negara (BIN).
Sebelumnya, staf Khusus Kepala BIN, Arief Tugiman menyatakan sebanyak 41 dari 100 masjid beberapa kementerian hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terindikasi terpapar radikalisme.
Terdapat 41 masjid yang terindikasi terpapar paham radikal, yaitu 11 masjid di Kementerian, 11 masjid di lembaga, dan 21 masjid di BUMN, kata Arief di kantor LPOI, Kramat, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2018).

Ketua umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono dan ketua umum FSP BUN, Tuhu Bangun dalam siaran persnya mengatakan protes keras atas tuduhan yang disampaikan BIN.

Kami protes keras atas tuduhan terhadap karyawan BUMN yang mengunakan Masjid di Lingkungan kantor tempat kami bekerja yang dianggap oleh BIN adanya paham radikalisme. Jelas tuduhan ini tanpa bukti dan fakta yang jelas ,sebab Mesjid di Lingkungan BUMN hanya digunakan oleh karyawan BUMN untuk menjalankan ibadah sholat dan tidak ada kegiatan radikalisme, kata Arief Poyuono.

Apalagi, Tuhu Bangun melanjutkan, jika jam kerja sudah selesai kami sangat jarang menggunakan Masjid yang ada di lingkungan kerja. Karena kami pulang kerumah masing masing.
Sangat tidak mendasar dikatakan oleh BIN adanya terpapar gerakan radikalisme di Masjid Masjid di lingkungan kantor BUMN, tegas Tuhu Bangun.

Menurutnya, tuduhan terpapar paham radikalisme di Masjid-Masjid di lingkungan BUMN, sangat tidak mungkin. Sebab radikalisme itu tumbuh berkembang karena ketidak puasan dan ketidak adilan atas kebijakan  Pemerintah. Sedangkan karyawan BUMN sangat puas dengan kebijakan pemerintah yang terkait pengelolaan BUMN.

Radikalisme juga muncul biasanya pada masyarakat yang berpendidikan rendah yang mudah terpengaruh oleh isu
isu sosial politik yang mengarah pada politik identitas ,primodialisme dan rasisisme. Sementara diantara karyawan BUMN tidak ada primodialisme dan rasisme.

Selain itu, karyawan BUMN juga tidak pernah merasa adanya keterasingan secara social dan budaya sehingga karyawan BUMN tidak punya sifat radikalisme. Bahkan, secara ekonomi karyawan BUMN sangat cukup dengan pendapatan yang diterima.

Karena itu Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Dan Federasi Serikat Perkebunan Negara mendesak Kepala BIN untuk mencabut pernyataannya dan meminta maaf pada umat Muslim khususnya yang berstatus karyawan BUMN.

Sebab, tuduhan BIN tersebut akan  berdampak negatif terhadap kinerja BUMN yang sudah sangat bagus saat ini. Bahkan bisa berdampak pada penolakan dari perusahaan perusahaan dari Luar Negeri yang memerangi Radikalisme untuk bekerja sama dengan BUMN.

FSP BUMN Bersatu dan FSP BUN juga meminta Presiden Jokowi untuk mencopot  Kepala BIN, karena pernyataannya sudah merugikan BUMN.

Arief Poyuono dan Tuhu Bangun mengingatkan, apabila protes yang kami sampaikan tidak mendapar respon, keduanya mengancam akan mengkonsolidasikan dengan kawan kawan pekerja BUMN untuk menggelar aksi demo kepung kantor BIN. O son

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 06 Agustus 2020
Sabtu, 25 Juli 2020
Kamis, 23 Juli 2020
Rabu, 22 Juli 2020
Minggu, 19 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020
Rabu, 08 Juli 2020
Rabu, 08 Juli 2020