Selasa, 27 November 2018

ITW : Polri Harus Transparan Dana E-TLE

ITW : Polri Harus Transparan Dana E-TLE

Beritabatavia.com - Berita tentang ITW : Polri Harus Transparan Dana E-TLE

Indonesia Traffic Watch (ITW) mendesak Polri khususnya Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menjelaskan asal usul dana pengadaan kamera ...

Ist.
Beritabatavia.com - Indonesia Traffic Watch (ITW) mendesak Polri khususnya Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menjelaskan asal usul dana pengadaan kamera (CCTV)  tilang elektronik atau E-TLE (Electronic traffic law enforcement) yang sudah dipasang di ruas jalan Thamrin dan Sudirman, Jakarta.

“Dalam rangka mewujudkan clean government, Polri harus transparan. Jangan sampai alat yang digunakan untuk menegakkan hukum diperoleh lewat cara melawan hukum,” kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan kepada wartawan,Selasa (27/11).  Penegasan itu diatur dalam UU no 28 tahun 1999 tentang penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, tambahnya.

Apalagi, Edison Siahaan menjelaskan, beredar informasi bahwa dana yang digunakan untuk pembelian dan pemasangan camera CCTV bukan berasal dari anggaran Polri. Berdasarkan informasi yang diterima, sebagian dana yang digunakan adalah dana  corporate social responsibility (CSR) sejumlah perusahaan. Sedangkan sebagian lainnya tidak jelas sumbernya.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya harus menjelaskan, supaya tidak memicu kecurigaan yang tidak menutup kemungkinan menimbulkan konsekuensi hukum.
Polri sebagai penegak hokum harus tertib dan transparan dalam hal menggunakan anggaran termasuk sumber-sumber dana yang digunakan untuk membiayai kegiatan.
ITW berharap, Polri harus menjadi contoh untuk instansi lain dalam upaya mewujudkan clean government.

Menurut Edison, jangan sampai penerapan sistim tilang elektronik atau Elektronic traffic Law Enforcement (E-TLE) yang sudah mendapat dukungan dari berbagai pihak, akhirnya kecewa. Kalau belakangan terungkap dana yang digunakan untuk pengadaan alat penegak hukum itu diperoleh dari sumber yang tidak jelas atau lewat cara yang tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. 

Selain itu, Edison Siahaan menjelaskan, dalam upaya mewujudkan  keamanan,keselamatan,ketertiban,kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), diperlukan sinergi antar pemangku kewenangan. Sebab lewat kerjasama yang pruduktif serta kemitraan yang harmonis akan memberikan hasil maksimal. Oleh karena itu, ITW mengapresiasi Gubernur DKI Anies Baswedan yang menyatakan siap memberikan dukungan kepada Ditlantas Polda Metro untuk mensukseskan pelaksanaan E-TLE.

Tetapi, Edison Siahaan mengingatkan, agar jumlah pelanggar lalu lintas yang ditindak dengan sistim E-TLE sebanyak 2.441 jangan dianggap atau dijadikan sebagai prestasi. Sebab itu bukti bahwa kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat masih sangat rendah. Artinya, Polri belum maksimal kalau tidak mau disebut gagal melakukan pendidikan tertib berlalu lintas masyarakat.

“ Polri sukses, apabila masyarakat sudah menjadikan tertib dan selamat berlalu lintas sebagai kebutuhan yang harus dilaksanakan. Sehingga tidak adalagi pelanggaran,” tegas Edison yang juga mantan ketua Forum Wartawan Polri ini.

ITW berharap,  Polri menjadikan ribuan pelanggar lalu lintas yang ditindak lewat E-TLE maupun konvensional sebagai evaluasi, untuk lebih kreatif dan inovatif melakukan upaya meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat.
ITW mengingatkan, permasalahan lalu lintas khususnya di kota-kota besar seperti kemacetan sudah mengganggu aktivitas yang berdampak pada menurunnnya produktifitas masyarakat. Oleh karena itu, semua pihak harus dilibatkan untuk ikut berperan aktif mewujudkan Kamseltibcarlantas. O Iki

Berita Lainnya
Rabu, 27 Februari 2019
Senin, 25 Februari 2019
Kamis, 21 Februari 2019
Selasa, 19 Februari 2019
Selasa, 19 Februari 2019
Senin, 18 Februari 2019
Sabtu, 16 Februari 2019
Kamis, 14 Februari 2019
Rabu, 13 Februari 2019
Selasa, 12 Februari 2019
Sabtu, 09 Februari 2019
Jumat, 08 Februari 2019