Senin, 17 Desember 2018

Arief : Jokowi Ngawur Minta Petani Sawit Tanam Jengkol & Petai

Arief : Jokowi Ngawur Minta Petani Sawit Tanam Jengkol & Petai

Beritabatavia.com - Berita tentang Arief : Jokowi Ngawur Minta Petani Sawit Tanam Jengkol & Petai

Harga tandan buah segar (TBS) sawit merosot jauh dari Rp 1200/Kg menjadi Rp 300 /Kg, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar petani sawit menanam ...

Ist.
Beritabatavia.com - Harga tandan buah segar (TBS) sawit merosot jauh dari Rp 1200/Kg menjadi Rp 300 /Kg, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar petani sawit menanam jengkol dan petai. Jokowi menyampaikan permintaan tersebut saat pembekalan Caleg dari partai pengusung dan pendukung pasangan Capres nomor urut satu di hotel Abadi, Jambi, Minggu 6 Desember 2018.

Permintaan Presiden Jokowi menuai respon keras Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia (APPKSI) Arief Poyuono.

“ Jokowi ngawur terkait solusi jebloknya harga TBS sawit. Omongan Jokowi enggak makai mikir asal ngomong aja seperti tong kosong berbunyi nyaring. Tidak punya kualitas sebagai Presiden RI ,terutama dalam mencari solusi agar bisa meningkatkan harga TBS sawit yang sudah turun sangat drastic,” kata Arief Poyuono , dalam siaran persnya, Senin (17/12).

Politisi yang juga wakil ketua umum Partai Gerindra itu mengatakan, saat harga sawit tinggi dan harga CPO tinggi malah di palak dengan pungutan Ekspor yang nilainya 50 US dollar. Gilanya lagi, lewat Keppres, pengunaan dana pungutan usaha perkebunan Sawit di salurkan ke Industri biodiesel yang katanya untuk subsidi Biodiesel B20 padahal melanggar UU No 39 tahun 2014 tentang Perkebunan. 

“Sangat jelas Jokowi benar benar ngeledek para petani  Sawit dan pemilik kebun Sawit yang tidak pernah menikmati pengunaan dana pungutan perkebunan Sawit yang diselewengkan oleh Kebijakan Jokowi,” tegas Arief.

Menurutnya, pengetahuan Jokowi dalam masalah perkebunan sangat below standar. Pohon Jengkol itu untuk memasuki masa panen yang pertama kali, pohon jengkol baru akan berbuah pada usia 5 tahun dan  pohon Petai juga memerlukan masa pembibitan hingga 6 bulan dan berbuah baru 4 tahun. Sedangkan Sawit itu cuma butuh 2,5 sampai dengan 3 tahun sudah bisa produksi.

“Wong petani sawit dan pengusaha kebun Sawit  butuh sebuah kebijakan Pemerintah untuk bisa mencari jalan agar harga harga TBS bisa kembali ke harga Rp 1200/ Kg yang terus turun di era Joko Widodo hingga Rp 300/kg kok suruh nanam pete sama jengkol,” ujarnya.

Arief mengaku heran, kenapa Presiden sama sekali tidak tahu dampak jatuhnya harga Sawit Dan CPO terhadap perekonomian nasional dan pemasukan negara ,

Dijelaskan, dampaknya jika harga Sawit terus melorot, yang pasti akan ada PHK  buruh besar besaran di sektor Perkebunan Sawit. Lalu berdampak pada pendapatan petani Sawit yang mengarah pada peningkatan kemiskinan petani Sawit. Apalagi harga sembako diarea perkebunan  sangat mahal,  karena kebanyakan di area remote area

Tidak hanya itu, juga akan mengancam terjadinya kredit macet perbankan pada pinjaman petani plasma Sawit dan  perusahaan perkebunan Sawit.

“Nah petani sawit dan pemilik  kebun sawit sudah tahukan kualitas Jokowi, sudah sangat below standar dan  engak punya solusi mengatasi jatuhnya harga Sawit  ,apa iya sih pantas untuk dipilih kembali,” kata Arief dengan nada bertanya. O son

Berita Lainnya
Minggu, 03 Maret 2019
Kamis, 28 Februari 2019
Rabu, 27 Februari 2019
Selasa, 26 Februari 2019
Senin, 25 Februari 2019
Minggu, 24 Februari 2019
Jumat, 22 Februari 2019
Kamis, 21 Februari 2019
Rabu, 20 Februari 2019
Selasa, 19 Februari 2019
Senin, 18 Februari 2019
Sabtu, 16 Februari 2019