Minggu, 30 Desember 2018

Pasca Tsunami, Udara Labuhan Masih Bau Bangke & Amis

Ist.
Beritabatavia.com -
Tsunami menerjang sepanjang pantai Pandeglang, Serang, Banten dan Lampung Selatan, Sabtu 22 Desember 2018, malam. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) peristiwa mengerikan itu menelan korban jiwa 430 orang dan ratusan luka luka, serta merobohkan rumah dan sejumlah bangunan.

Meskipun bantuan dari pemerintah dan kelompok masyarakat mengalir. Tetapi Tsunami menyisakan duka dan penderitaan berkepenjangan bagi warga yang menjadi korban. Selain kehilangan anggota keluarga, juga kehilangan rumah tempat tinggal dan harta benda. Bahkan sejumlah warga mengalami trauma akibat tsunami.

Apalagi pasca tsunami tepatnya Rabu 26 Desember 2018 atau empat hari setelah tsunami, warga Desa Caringin Kecamatan Labuhan, Banten, masih menghirup udara beraroma bangke dan amis. Seperti diungkapkan Dahlia Zein, Ketua DPP Baladhika Indonesia Jaya (Balija), Jumat (28/12). Aroma bau bangke dan amis serta kondisi tanah yang masih lumpur serta banjir terungkap saat DPD Baladhika Provinsi Banten menggelar bakti sosial dan pelatihan terhadap perubahan sikap dan perilaku serta keterampilan bagi warga korban tsunami di Desa Caringin, Labuhan, Banten.

“ Saya baru pulang dari Labuhan, kondisinya mengenaskan. Masih banyak korban yang belum di evakuasi karena minimnya peralatan. Bau bangke dan amis tanah masih berlumpur,” kata Dahlia Zein, Jumat (28/12).

Meskipun tidak merinci jumlah korban yang belum di evakuasi dan warga yang diserang aroma bangke dan amis. Tetapi, Dahlia Zein memastikan kondisi mengenaskan tersebut dirasakan saat DPD Baladhika Provinsi Banten menggelar bakti social di Desa Caringin Kecamatan Labuhan, Banten.

“Beberapa hari nanti, kita juga akan menggelar bakti sosial di pesisir pantai Lampung yang terkena terjangan Tsunami,” ujar Dahlia Zein.

Setiap personil Baladhika Indonesia Jaya (BALIJA) memiliki karateristik gerak cepat dan terorganisir untuk mencapai target yang telah ditentukan. Meski tidak sepopuler ormas-ormas lainnya yang wara-wiri dilayar kaca televise. Tetapi BALIJA sudah ada di 30 provinsi seluruh Indonesia. Ratusan ribu anggota dari berbagai profesi sudah terdaftar sebagai relawan BALIJA dan tersebar di seluruh Indonesia. Ormas BALIJA bukan underbow partai politik (Parpol) dipimpin kartini Indonesia  seorang Advokad,  Dahlia Zein, SH,MH. Perempuan cerdas, tegas dan berani, membuat sosok Dahlia Zein dipercaya sebagai ketua umum BALIJA.

Tidak maniak publikasi, sehingga jarang terlihat di layar kaca maupun pemberitaan media massa. Namun relawan BALIJA selalu hadir diberbagai daerah yang membutuhkan bantuan, seperti bencana di Palu dan Donggala serta NTT, maupun berbagai kegiatan sosial yang sudah menjadi program BALIJA. O son




Berita Lainnya
Kamis, 10 Januari 2019
Rabu, 09 Januari 2019
Selasa, 08 Januari 2019
Selasa, 08 Januari 2019
Minggu, 06 Januari 2019
Sabtu, 05 Januari 2019
Kamis, 03 Januari 2019
Rabu, 02 Januari 2019
Rabu, 02 Januari 2019
Senin, 31 Desember 2018
Minggu, 30 Desember 2018
Sabtu, 29 Desember 2018