Selasa, 08 Januari 2019

Tak Bisa Jaga Mulut, Komisioner KPU Dilaporkan

Tak Bisa Jaga Mulut, Komisioner KPU Dilaporkan

Beritabatavia.com - Berita tentang Tak Bisa Jaga Mulut, Komisioner KPU Dilaporkan

Mulutmu Harimaumu peribahasa lawas yang bermakna agar selalu menjaga ucapan dari mulut agar tidak menuai permasalahan.  Seperti anggota ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Mulutmu Harimaumu peribahasa lawas yang bermakna agar selalu menjaga ucapan dari mulut agar tidak menuai permasalahan.  Seperti anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi yang dilaporkan oleh Advokad Cinta Tanah Air (ACTA) ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Selasa (8/1).

Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu dilaporkan terkait pernyataannya  yang menuding bahwa Wasekjen DPP Partai Demokrat (PD) Andi Arief, sengaja  mendesain pilihan kata dalam cuitan twitternya perihal 7 kontainer surat suara tercoblos agar terhindar dari tuduhan menyebarkan hoax. Karena pernyataan itu dianggap tidak patut disampaikan oleh komisioner KPU, akhirnya Pramono Ubaid dilaporkan ke DKPP.

"Alhamdulillah laporan kita hari ini diterima. Kami menilai pernyataan komisioner KPU Pramono Ubaid diluar dari tupoksi KPU,” kata Wakil Ketua Umum ACTA, Hendarsam Marantoko di Gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta  Selasa (8/1).

Hendarsam menjelaskan, Pramono Ubaid sudah melampaui tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) sebagai Komisioner KPU karena menilai cuitan Andi Arief. Ia menganggap polisi lah yang berwenang untuk menentukan apakah itu dedesain atau tidak oleh Andi Arief.

Selain itu, pernyataan Pramono Ubaid tersebut tendensius dan menyudutkan Andi Arief yang merupakan pendukung paslon 02 Prabowo-Sandiaga. Pihaknya sudah memberikan sejumlah bukti ke DKPP termasuk pernyataan Pramono yang dikutip sejumlah media massa.

"Menilai apakah Twitter dari Pak Andi Arief itu sudah dibuat terencana atau tidak merupakan tugas dari kepolisian," ujar Hendarsam Marantoko.

Dikatakan, Pramono dinilai melanggar Pasal 8 huruf c peraturan DKPP nomor 2 tahun 2017, jo pasal 10 huruf d peraturan bersama KPU, Bawaslu, DKPP nomor 13 tahun 2012 nomor 11 tahun 2012, nomor 1 tahun 2012 tentang Kode Etik Penyelenggara Pemilu.

Sebelumnya, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief merespon informasi yang sudah viral di media sosial (Medsos). Kemudian Andi Arief lewat cuitannya di Twitter meminta KPU melakukan pengecekan terkait informasi tujuh kontainer surat suara tercoblos di pelabuhan Tanjung Priok tersebut. 

Menurut Andi Arief, cuitannya di Twitter hanya meminta KPU memverfikasi kabar 7 kontainer surat suara pemilu yang tercoblos di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kemudian komisioner KPU Pramono Ubaid menuding bahwa Andi Arief telah mendesain pilihan kata dalam cuitan itu agar tak dituduh sebagai penyebar hoax.

"Ya kalau menurut saya, itu bagian dari strategi dia untuk menghindar dari tanggung jawab," ujar komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (4/1).

Menurut Pramono, Andi sengaja memilih kalimat dalam cuitannya agar tidak menjadi pihak tertuduh menyebarkan hoax. Pramono juga menduga Andi telah menyiapkan kalimat dalam cuitannya secara matang.

"Memang pilihan katanya sudah didesain, sudah dipikirkan secara matang agar dia tidak dituduh menyebarkan hoax," kata komisioner KPU Pramono Ubaid.O son





Berita Lainnya
Minggu, 03 Maret 2019
Kamis, 28 Februari 2019
Rabu, 27 Februari 2019
Selasa, 26 Februari 2019
Senin, 25 Februari 2019
Minggu, 24 Februari 2019
Jumat, 22 Februari 2019
Kamis, 21 Februari 2019
Rabu, 20 Februari 2019
Selasa, 19 Februari 2019
Senin, 18 Februari 2019
Sabtu, 16 Februari 2019